Way Kanan Capai ODF, Raden Adipati: Mestinya Dikasih Dana Insentif Daerah


BUPATI Way Kanan Raden Adipati Surya | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya berharap, pemerintah pusat memberikan reward (penghargaan) atas pencapaian status open defacation free (ODF), atau bebas buang air besar (BAB) sembarangan. Reward tersebut, misal, memberikan dana insentif daerah (DID), sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Way Kanan semakin bersemangat untuk akselerasi lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

“Setelah kami memerhatikan urusan sanitasi ini, mestinya dikasih DID dong. Daerah yang sudah ODF harusnya dikasih DID. Ini untuk memotivasi pemkab. Kalau yang sudah ODF semakin semangat, kalau yang belum berprestasi jadi termotivasi,” kata Raden di hadapan peserta field trip jurnalistik potret sanitasi di Kantor SNV, Way Halim, Bandar Lampung, Jumat, 11/10/2019.

Dia mengatakan, mempertahankan masyarakat agar tidak kembali BAB sembarangan bukan perkara mudah. Perlu penanganan lebih serius dan total dibanding saat mengejar ODF. Untuk itu, pihaknya terus merapatkan barisan dan menjalankan program-program yang telah disusun secara berkelanjutan.

“Setiap waktu, kami menganggap bahwa kami belum ODF. Sehingga, semangatnya tetap ada,” ujarnya.

Menurut Raden, setidaknya ada beberapa tantangan terkait sanitasi di Way Kanan. Pertama, mengenai luas wilayah, yakni 221 kampung, 6 kelurahan, dengan 474.000 jiwa penduduk.

Kedua, terkait pola masyarakat atau kebiasaan yang harus diubah. Hal ini menjadi persoalan dengan bentang sungai yang cukup luas. Sebab, masyarakat lebih suka BAB di sungai, dan ini sudah menjadi kebiasaan.

Ketiga, persoalan pendanaan. Kalau hanya mengandalkan APBD, maka dipastikan persoalan tersebut tidak akan beres dalam waktu cepat. Atas dasar itu, pihaknya mencari solusi lainnya.

“Maka, saya keluarkan perbup agar minimal 30% dana desa untuk sanitasi. Saya minta dalam satu tahun anggaran dana desa itu bisa selesaikan pengadaan MCK (mandi, cuci, dan kakus),” kata dia.

Ketua DPC Partai Demokrat Way Kanan itu mengakui bahwa tidak mudah mengubah perilaku masyarakat ihwal BAB. Namun, bukan berarti tidak bisa diubah. Masyarakat perlu diberi pemahaman utuh, sehingga tak lagi BAB sembarangan.

Pendekatan kepada masyarakat di masing-masing kampung tentu tidak sama. Pihaknya mesti menyesuaikan kondisi dan kultur masyarakatnya. Ada yang melalui pendekatan adat, pendekatan kegamaan, gerakan pemuda, dan ada yang mesti dilakukan pendekatan dengan tegas menggunakan polisi dan TNI.

“Kami buat Densus 8485. Tujuannya, untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat yang memang mesti diperlakukan dengan tegas. Kami menganggap perilaku BAB sembarangan sebagai teroris. Sebab, mencelakakan banyak orang, bahkan yang tidak salah pun bisa terkena dampaknya. Karena itu, tim Densus 8485 turun melakukan pendekatan kepada masyarakat,” ujar Raden.(*)

Baca juga Menjejak Kampung Bali Sadhar Way Kanan (1)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …