Awig Awig, Kearifan Lokal Kampung Bali Sadhar Utara dalam Capai ODF (2-habis)


WAYAN Lameg, Ketua Adat Pekon Bali Sadhar Utara | Imelda Astari/duajurai.co

BANJIT, duajurai.co – Dalam konsep Awig Awig, warga yang melanggar adat akan mendapat sanksi. Pertama adalah sanksi sosial. Si pelanggar akan dikucilkan, tak akan diajak bergaul di lingkungannya.

“Sanksi sosial itulah hukuman yang paling berat,” ucap Wayan Lameg, Ketua Adat Pekon Bali Sadhar Utara.

Kedua, pelanggar akan kena denda. Denda ini akan diserahkan ke masing-masing adat. Di Bali Sadhar Utara, terdapat lima banjar yang memiliki adat.

“Di banjar itu ada Awig Awig juga, tetapi tidak bertentangan dengan Awig Awig yang ini. Sama. Semua keputusan yang mengarah pada denda diserahkan pada banjar. Besaran denda tidak disebutkan, tergantung musyawarah pengurus adatnya,” ujarnya.

Sanksi ketiga, pelanggar akan dipanggil dan diberikan saran oleh petugas-petugas di desa adat masing-masing.

“Fungsi adat, sejak lahir sudah terikat adat hingga meninggal dunia. Maka, tugas adat ini luar biasa. Sehingga, siapa pun ketua adat, apa pun omongannya akan dipercaya. Tapi, ketua adat harus benar-benar menjalankan kebenaran. Tidak boleh salah jadi benar atau benar jadi salah, pakemnya harus dari Awig Awig,” kata dia.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …