Awig Awig, Kearifan Lokal Kampung Bali Sadhar Utara dalam Capai ODF (1)


WAYAN Lameg, Ketua Adat Pekon Bali Sadhar Utara | Imelda Astari/duajurai.co

BANJIT, duajurai.co – Kampung Bali Sadhar Utara, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, merupakan salah satu daerah yang tercepat mencapai open defecation free (ODF) atau bebas buang air besar (BAB) sembarangan. Pemerintah setempat mengakui bahwa Kampung Bali Sadhar Utara banyak berkontribusi ihwal sanitasi di Way Kanan.

“Di sini dibangun dengan pendekatan norma adat agar masyarakat tidak BAB sembarangan. Ternyata ini cara jitu, karena hanya dalam dua bulanan, beres urusan BAB sembarangan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Way Kanan Anang Risgiyanto kepada duajurai.co di Kampung Bali Sadhar Utara, Kamis, 10/10/2019. Jurnalis media ini merupakan salah satu peserta field trip jurnalistik potret sanitasi yang digelar Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS), lembaga yang menaruh perhatian terhadap sanitasi.

Wayan Lameg, Ketua Adat Pekon Bali Sadhar Utara, mengatakan, pihaknya menerapkan Awig Awig dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk setop BAB sembarangan. Awig Awig adalah peraturan adat yang mengatur berbagai hal, mulai tata pemerintahan, letak desa, hubungan manusia dengan tuhan, dan perilaku manusia.

“Jadi, mulai dari lahir, menikah hingga meninggal, itu sudah diatur dalam Awig Awig. Bahkan, sampai persoalan cerai, mengangkat anak, termasuk urusan sanitasi,” ujarnya.

Dia menceritakan, sebenarnya, Awig Awig sudah ada sejak dahulu. Namun, baru dibukukan pada 2017. Selain Pancasila dan UUD 1945, konsep dasarnya adalah Tri Hita Karana, yaitu hubungan manusia dengan tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam.

Awig Awig mengatur bagaimana halaman rumah itu punya aturan ukurannya. Begitu juga ukuran belakang rumah. Termasuk, aturan wajib ada water closet (WC) di dalam rumah, yaitu di bagian dapur ke belakang.

“Leluhur kami sudah pintar membuat konsep ini bahwa setiap orang Bali harus punya WC. Jadi, sebenarnya, walaupun tidak diminta oleh pemerintah setempat, kami sudah harus punya WC,” kata dia.

Posisi WC di dalam rumah juga diatur mengenai letaknya, yakni menghadap ke barat laut. Tapi, kalau lokasinya tidak mengizinkan tak masalah, yang penting WC itu tempatnya selalu di dapur ke belakang, tidak di dalam kamar.

“Karena prinsipnya tidur harus nyaman, sehingga tidak ada WC di kamar (tidur).  Meskipun, di era modern sekarang ini ada WC di kamar tidur, itu boleh saja asalkan harus ada prinsip terjamin bersihnya,” kata dia.

Karena itu, Kampung Bali Sadhar Utara menjadi yang tercepat mencapai ODF. Sebab, kebanyakan warganya sudah punya WC. Dalam Awig Awig ada larangan tidak boleh membuang kotoran dan BAB sembarangan, misalnya di jalan, pekarangan orang, dan tempat-tempat lainnya yang dapat mengganggu kenyamanan dan dianggap tidak etis.(bersambung)

Baca juga Terapkan Teori L Green, Way Kanan Capai ODF Hanya dalam 2 Bulan

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …