Terapkan Teori L Green, Way Kanan Capai ODF Hanya dalam 2 Bulan


KEPALA Dinas Kesehatan Way Kanan Anang Risgiyanto | Imelda Astari/duajurai.co

BANJIT, duajurai.co – Kabupaten Way Kanan mencapai open defacation free (ODF)/bebas buang air besar (BAB) sembarangan pada Maret lalu, atau dalam dua bulan pada 2019. Hal tersebut dapat tercapai karena menerapkan teori Lawrence Green yang dinilai efektif mengubah perilaku kesehatan masyarakat.

“Kami meyakini bahwa teori Lawrence Green sebagai ilmu jitu untuk mengubah perilaku kesehatan masyarakat yang terdiri dari tiga poin. Ketiganya, predisposing factors atau faktor permudah, enabling factors atau faktor pemungkin, reinforcing factors atau faktor penguat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Way Kanan Anang Risgiyanto kepada duajurai.co di Kampung Bali Sadhur, Kecamatan Banjit, Way Kanan, Provinsi Lampung, Kamis  10/10/2019. Jurnalis media ini salah satu peserta field trip jurnalistik potret sanitasi yang digelar Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS), sebuah lembaga yang menaruh perhatian terhadap sanitasi.

Anang mengatakan, predisposing berkaitan dengan peningkatan pengetahuan, pemahaman dan sikap masyarakat terhadap kesehatan melalui sosialisasi, penyuluhan, dan sebagainya. Kemudian, enabling terkait ketersediaan sarana dan prasarana bagi masyarakat, dalam hal ini pengadaan jamban sehat dan sebagainya. Sedangkan reinforcing factors terkait kebijakan-kebijakan, seperti Peraturan Bupati Way Kanan Nomor 5 Tahun 2018, melalui peraturan adat, dan lain-lain.

“Konsep ini saya buatkan role model menjadi empat kelompok, yaitu membentuk komitmen kepala daerah; lalu capacity official, yakni membuat surat keputusan (SK) untuk menggerakkan kepala dinas, polisi, DPRD, dan stakeholder lainnya untuk bersama memerangi BAB sembarangan; dan peran serta masyarakat dengan membentuk kelompok-kelompok masyarakat, dan peran dunia usaha untuk berkontribusi,” ujarnya.

Menurut Anang, proses mengejar ODF dengan menggunakan teori L Green dapat tercapai hanya dalam waktu sekitar dua bulan.

“Saya dilantik menjadi kepala dinkes pada 3 Desember 2018. Program ini dimulai dari nol, saya lakukan konsolidasi, terus berproses. Pada 15 Desember 2018, STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) kami sudah menjadi peringkat kedua nasional, setelah Kendari. Hingga akhirnya kami deklarasi pada Maret 2019,” ujarnya.

Mengenai anggaran untuk kegiatan sanitasi, Anang menyebut bahwa tidak hanya bersumber dari APBD. Akan tetapi berasal dari berbagai sumber, di antaranya swadaya masyarakat dan dana desa.

“Karena di Way Kanan ini diwajibkan semua desa menganggarkan dana desanya itu untuk hal-hal yang berkaitan dengan mencapai ODF. Kalau tidak, maka tidak disetujui,” kata dia.

Way Kanan merupakan kabupaten paling ujung utara di Lampung yang berbatasan langsung dengan wilayah Sumatera Selatan. Jumlah penduduknya sekitar 442.000 jiwa, tersebar di 14 kecamatan yang terdiri dari 227 kampung/kelurahan.(*)

Baca juga Hari Kedua Field Trip, Jurnalis Lihat Kondisi Sanitasi di Way Kanan

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

35 Honorer Tak Diupah 7 Bulan, Plt Kepala DKP Lampung: Tak Ada Anggaran

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung Makmur Hidayat …