Inovasi, Anggota Kodim Lamsel Zulkarnain Buat Pakan Ternak dari Sampah


ANGGOTA Kodim Lampung Selatan Sertu Zulkarnaen berbincang dengan Kepala Dinas Kominfo Lampung Selatan M Sefri Masdian , beberapa waktu lalu. Zulkarnaen memperlihatkan pakan ternak alternatif dengan teknologi fermentasi yang dikonsumsi kambing. | Diskominfo Lampung Selatan

SIDOMULYO, duajurai.co – Peternak di Desa Seloretno dan Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), kini tak lagi sulit mencari rumput hijau untuk pakan ternak saat musim kemarau. Sebab, peternak di wilayah itu mulai menerapkan teknologi pengolahan pakan ternak alternatif dengan teknologi fermentasi berbahan baku sampah atau dedauan kering.

Selain irit dan mudah, pakan ternak alternatif itu diklaim mampu bertahan hingga berbulan-bulan, bahkan hingga satu tahun. Sehingga, peternak tidak lagi khawatir dengan kelangkaan pakan hijau kala kemarau.

Adalah Sertu Zulkarnaen, anggota Koramil 421-07 Kecamatan Sidomulyo, Kodim 0421 Lampung Selatan, yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Desa Seloretno dan Sidodadi. Dia berhasil menciptakan inovasi pakan ternak berbahan baku sampah daun kering.

“Ini berawal dari kelangkaan rumput hijau saat musim kemarau. Dari situ saya berpikir mencari solusi menciptakan pakan ternak dari daun-daun kering,” kata Zulkarnaen melalui rilis Diskominfo Lampung Selatan, Kamis, 10/10/2019.

Dia mengatakan, pembuatan pakan ternak itu terbilang sangat mudah dan murah. Hanya dengan modal awal tidak lebih dari Rp200 ribu. Modal itu untuk membuat alat pencacah dan membeli bahan lainnya.

Adapun proses pembuatan pakan ternak fermentasi itu, pertama, bahan baku utama berupa daun-daun kering atau jerami yang dipotong kecil-kecil, ditambah beberapa bahan seperti suplemen mikro organik cair, bekatul, gula pasir, dan garam yang telah dilarutkan kedalam ember. Kemudian, semua bahan itu diaduk sampai merata.

Setelah semua bahan tercampur, bahan pakan ternak tersebut kemudian difermentasi dengan dimasukkan ke dalam kantong plastik maupun tong dan ditutup rapat selama 10-15 menit. Usai melalui proses fermentasi, bahan pakan ternak tersebut sudah siap digunakan.

“Sambil nunggu 10-15 menit, warga bisa mengerjakan yang lain. Tetapi, semakin lama waktu fermentasinya, 4 hari atau seminggu semakin baik kualitasnya,” ujar dia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kominfo Lampung Selatan M Sefri Masdian sangat mendukung dan mengapresiasi inovasi Sertu Zulkarnaen. Menurutnya, hal itu adalah suatu inovasi yang luar biasa dan harus terus didukung. Harapannya, tidak ada lagi peternak yang kesulitan mencari pakan hijau.

“Ini sesuatu yang luar biasa dan harus didukung. Siapa tahu ke depan Kecamatan Sidomulyo bisa menjadi sentra ternak kambing atau sapi. Jika kami terus sosialisasikan, bisa saja inovasi ini akan menyejahterakan peternak di Lampung Selatan,” kata Sefri.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Nanang Ermanto Lepas Keberangkatan 30 Peserta Umrah Lampung Selatan

KALIANDA, duajurai.co – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto melepas keberangkatan 30 orang …