3 Skema Solusi Soal IPLT Bakung Bandar Lampung


KEPALA PD Kebersihan Bandar Lampung M Husein saat diwawancarai di IPLT Bakung, Bandar Lampung, Rabu, 9/10/2019. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung akan menskemakan tiga hal terkait Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung, Telukbetung Barat. Ketiganya, restorasi atau memfungsikan kembali IPLT Bakung, revitalisasi IPLT Bakung pada 2020, dan membangun IPLT baru.

“Lumpur tinja kan tetap masuk setiap hari. Jadi, sembari menunggu proses revitalisasi, kami lakukan restorasi agar IPLT tetap berfungsi dengan baik. Intinya, kami mencoba untuk melayani semampu kami,” kata M Husein, Kepala Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandar Lampung. Dia menyampaikan hal tersebut kepada peserta field trip jurnalistik potret sanitasi di IPLT Bakung, Rabu, 9/10/2019.

Mengenai revitalisasi, jika prosesnya lancar akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) pada Februari 2020. Rencananya, proses tender dijadwalkan pada November mendatang.

“Nantinya, IPLT Bakung akan menggunakan sistem mechanical engineering dan meningkat kapasitasnya, dari 16 meter kubik menjadi 110 meter kubik,” ujarnya.

Lalu, ihwal rencana pembangunan IPLT baru, muncul karena kapasitas IPLT Bakung belum bisa mengover semua lumpur tinja walau sudah direvitalisasi. Selain itu, Wali Kota Bandar Lampung Herman HN bersedia menyiapkan anggaran untuk pembangunan IPLT menggunakan APBD, dengan rencana anggaran sebesar Rp14 miliar.

“Tapi, kendalanya kan soal lahan. Pak wali belum mau kalau IPLT itu terpisah dari TPA Bakung. Pertimbangannya, masyarakat masih menganggap bahwa IPLT itu bau. Maka, sembari kami mencari solusi lahan barunya dan memberikan pemahaman kepada masyarakat, kami juga sedang membuat rencana bisnisnya. Sehingga, nanti IPLT yang baru tak hanya menggunakan dana APBD, tetapi bisa memberikan pendapatan asli daerah (PAD) bagi kota ini,” kata dia.

Menurut Husein, dalam empat tahun terakhir komitmen Kota Bandar Lampung mengenai sanitasi sudah cukup tinggi. Buktinya, dibentuk PD Kebersihan menjadi sebuah lembaga baru yang diatur dalam Perda Nomor 8 Tahun 2016. Kemudian, didukung Peraturan Wali Kota (perwali) mengenai susunan organisasi, dan pelimpahan kewenangan pengelolaan IPLT Bakung dari yang sebelumnya di Dinas Lingkungan Hidup ke PD kebersihan.

“Kami juga sudah ada perwali mengenai penetapan tarif jasanya dan pengeloaan limbah domestik. Nantinya, perwali akan ditingkatkan menjadi perda, sudah dibahas dengan dengan DPRD yang baru,” ujarnya.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Bakung masih menggunakan lubang galian di lahan pembuangan sampah untuk menampung lumpur tinja. Alasannya, kolam penampungan khusus lumpur tinja telah over kapasitas. Padahal, pembuangan lumpur tinja ke lubang galian dapat mencemari air tanah.

Pada akhir 2017, duajurai.co membawa dua sampel air sumur warga Bakung ke Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Lampung. Hasilnya, sampel air sumur itu positif mengandung bakteri coliform. Bahkan, melampaui ambang batas.

“Berdasar Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 416/Menkes/Per/IX/1990, untuk air nonperpipaan hanya boleh kurang dari 50 kuman per 100 ml, serta 10 ml untuk air perpipaan. Nah, untuk dua sample air sumur yang kami uji ini, hasilnya semua jauh melampaui ambang batas yang dipersyaratkan untuk air bersih,” kata Sutarji, Kasi Pelayanan Laboratorium Klinik UPTD Balai Laboratoriaun Kesehatan Lampung, saat itu.(*)

Baca juga Herman HN Belum Realisasikan Janjinya Soal IPLT Bakung

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Pelantikan Presiden, Polresta Bandar Lampung Perketat Keamanan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandar Lampung memperketat keamanan menjelang pelantikan presiden dan wakil …