Soal Kematian Aga Trias, 17 Panitia Diksar Cakrawala Unila Jadi Tersangka


KAPOLRES Pesawaran Ajun Komisaris Besar Popon Ardianto | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kepolisian Resor (Polres) Pesawaran menetapkan 17 tersangka terkait meninggalnya Aga Trias Tahta saat Pendidikan Dasar (Diksar) UKM Cakrawala FISIP Universitas Lampung (Unila). Para tersangka merupakan panitia diksar.

“Dari ke-17 panitia yang ditetapkan sebagai tersangka ini ada perannya masing-masing. Ada yang melakukan pengeroyokan dan ada yang melakukan kelalaian,” kata Kapolres Pesawaran Ajun Komisaris Besar Popon Ardianto, seperti dikutip dari Teknokra, Rabu, 9/10/2019.

Dia mengatakan, pihaknya memeriksa sebanyak 19 orang dalam perkara tersebut. Hasilnya, dua orang dibebaskan karena hanya tercatat dalam susunan panitia. Mereka tidak hadir saat pelaksanaan diksar.

“Setelah kami dalami, ternyata tidak ada alumni. Melainkan senior yang berstatus sebagai mahasiswa,” ujarnya.

Diksar UKM Cakrawala FISIP Unila menelan korban jiwa. Salah seorang peserta diksar bernama Aga Trias Tahta meninggal dunia di Rumah Sakit Bumi Waras, Bandar Lampung, Minggu, 29/9/2019. Dia dibawa ke sana setelah dua kali terjatuh saat mengikuti diksar yang berlangsung selama lima hari. Hasil visum, tubuh Aga penuh lebam dan memar. Pihak panitia mengakui ada kontak fisik saat diksar, namun itu masih tergolong standar bagi pencinta alam.(*)

Baca juga Soal Diksar Maut UKM Cakrawala, Polda Lampung Sudah Periksa 8 Saksi 


Komentar

Komentar

Check Also

Berkunjung ke Panti Asuhan Al Husna, Motor Jurnalis Kupas Tuntas Raib dalam 5 Menit

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Jurnalis Surat Kabar Harian Kupas Tuntas Sri ketiban sial. Sepeda motornya, Honda Beat …