Cara Sujadi Saddat Buat Pringsewu Bebas BAB Sembarangan 100%


BUPATI Pringsewu Sujadi Saddat | Imelda Astari/duajurai.co

PRINGSEWU, duajurai.co – Bupati Pringsewu Sujadi Saddat berhasil membuat Pringsewu bebas buang air besar (BAB) sembarangan 100%, dan mendeklarasikan open defecation free (ODF). Ini menjadikan Pringsewu sebagai kabupaten ODF pertama di Provinsi Lampung, bahkan pertama di Sumatra.

“Sebagai pemimpin harus menjadi contoh. Karena semua dimulai dari pemimpinnya. Kalau kami tidak hanya ngomong, tapi juga aksi nyata. Sehingga, otomatis jajaran juga ikut,” kata Sujadi saat diskusi bersama jurnalis peserta field trip jurnalistik di Pekon Rejosari, Kecamatan Pringsewu, Rabu, 9/10/2019. Field trip tersebut digelar Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS), sebuah lembaga yang concern terhadap sanitasi.

Setiap hari Jumat, Sujadi dan jajaran bersepeda keliling pekon, atau yang biasa disebut sepeda sanitasi. Ketika melihat hal yang tak semestinya, misal warga BAB sembarangan atau hal buruk lainnya, maka akan langsung ditegur di tempat.

“Saya juga tidak hentinya dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan soal sanitasi,” ujarnya.

Selain itu, warga Pringsewu juga sepakat untuk berjuang memperbaiki perilaku sanitasi buruk. Bahkan, melalui pendekatan keagamaan, kaitannya dengan kesungguhan dan konsistensi, maka mereka katakan “Jihad Sanitasi”.

“Kenapa jihad? karena ini sepanjang masa,” kata Sujadi yang juga Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu. “Kita hidup tidak pernah akan terlepas dari masalah kebersihan. Sehingga, sanitasi adalah urusan wajib yang menjadi komitmen seluruh OPD (organisasi perangkat daerah).”

Dia melanjutkan, banyak warga Pringsewu memiliki kolam ikan. Dahulu, tak sedikit yang BAB di kolam ikan lele. Namun, setelah melalui penyadaran, perilaku masyarakat kini berubah.

“Setelah ODF, kolam lele dijamin higienis. Sehingga, meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dalam prosesnya, Pemkab Pringsewu juga melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh seni. Khusus tokoh seni, dia meminta agar menyelipkan kampanye sanitasi melalui pertunjukan seni. Kemudian, dibentuk pula grup Selawat STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).

“Kami juga memprovokasi anak sekolah agar menangis jika tidak BAB di jamban sendiri. Sehingga, orang tuanya mau tak mau harus menyediakan jamban sehat di rumahnya,” ucap Sujadi.

Tak hanya itu, di Pringsewu juga ada Paguyuban Jamban Sewu. Kegiatannya mulai dari pelatihan sampai pembuatan jamban. Bahkan, Paguyuban Jamban Sewu mampu memenuhi kebutuhan jamban di kabupaten lain.

Mengenai perilaku, memang bisa saja perilaku masyarakat kembali seperti sebelumnya, yaitu BAB sembarangan. Karena itu, mesti ada pemonitoran dan sosialisaai secara berkelanjutan.

“Karena ada juga yang pendatang dari luar membawa budaya buruknya ke sini. Sehingga, kami akan memberikan punishment (sanksi) bagi yang tidak mau mengikuti aturan daerah kami,” kata dia.(*)

Baca juga Melihat Pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal di Pringsewu (1)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

35 Honorer Tak Diupah 7 Bulan, Plt Kepala DKP Lampung: Tak Ada Anggaran

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung Makmur Hidayat …