Tersangka Suap, Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Terima Rp1 Miliar


BUPATI Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara mengenakan rompi tahanan KPK, Senin malam, 7/10/2019. Dia ditetapkan menjadi tersangka suap terkait proyek di Dinas Perdagangan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Lampung Utara. | RMOL

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara sebagai tersangka suap, Senin, 7/10/2019. Dia diduga menerima uang sogok yang merupakan fee proyek di Dinas Perdagangan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) setempat.

Berdasar keterangan pers yang diterima duajurai.co, KPK menduga Agung menerima uang sekitar Rp1 miliar. Uang tersebut pemberian dari Chandra Safari, kontraktor, dalam periode Juli 2019-Oktober 2019.

Perinciannya, sebesar Rp600 juta pada Juli, Rp50 juta pada akhir September, dan Rp350 juta pada 6 Oktober. Diduga uang yang diterima pada September dan Oktober 2019 itulah yang ditemukan di rumah Raden Syahril, orang kepercayaan bupati, yaitu sebesar Rp440 juta.

“Rencananya, uang tersebut digunakan sewaktu-waktu untuk kepentingan AIM (Agung Ilmu Mangkunegara,” tulis KPK.

Selain Agung, KPK juga menetapkan lima tersangka lain. Penerima suap, Kepala Dinas PU-PR Lampung Utara Syahbuddin, Raden Syahril, dan Kepala Dinas Perdagangan Lampung Utara Wan Hendri.

Sedangkan tersangka sebagai pemberi suap, yaitu Chandra Safari dan Hendra Wijaya Saleh. Keduanya dari pihak swasta. Mereka merupakan kontraktor.

KPK menjerat perbuatan Agung dan Raden dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sementara, Syahbuddin dan Wan Hendri disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke1 KUHP.

Sedangkan Chandra dan Hendra dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(*)

Baca juga Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Ditetapkan Jadi Tersangka Suap

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Densus 88 Tangkap 4 Terduga Teroris di Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Tim Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror 88 Polri menangkap empat terduga teroris, Senin, 14/10/2019. …