Belajar Manajemen Media Online, Mahasiswa Komunikasi Unila Kunjungi duajurai.co


PEMRED duajurai.co Juwendra Asdiansyah (kaus hitam) berbincang dengan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unila, Kamis, 3/10/2019. Kunjungan mahasiswa itu dalam rangka belajar soal pengelolaan media online. | Ahmad Riduan/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejumlah mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung (FISIP Unila) mengunjungi kantor duajurai.co, kawasan Kotabaru, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, Kamis, 3/10/2019. Kunjungan tersebut dalam rangka mempelajari manajemen media online.

“Maksud dan tujuannya adalah untuk sharing bagaimana duajurai.co berdiri dan apa latar belakangnya,” kata Murniadi, perwakilan mahasiswa.

Pemimpin Redaksi (Pemred) duajurai.co Juwendra Asdiansyah mengatakan, duajurai.co online perdana pada 12 Agustus 2014. Dalam perjalanannya duajurai.co mendapat banyak problem, di antaranya diretas secara masif. Sehingga, domain yang semula duajurai.com terpaksa diubah menjadi duajurai.co. Dampaknya, banyak pemberitaan di duajurai.com tidak terselamatkan.

“Sejak peristiwa itu, kami memperketat security ware yang bisa saja menyerang. Setidaknya meminimalkan kerusakan. Untuk jurnalis, di sini semua berbagai background, semua sama karena di duajurai.co belajar sambil bekerja,” ujarnya.

Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandar Lampung itu melanjutkan, media yang dipimpinnya merupakan media kecil. Namun, pihaknya serius dalam mengelola duajurai.co. Selain itu, duajurai.co menjunjungi tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ), di mana melarang jurnalisnya plagiat dan menerima pemberian narasumber.

Sementara itu, jurnalis senior duajurai.co Imelda Astari turut membagikan pengalamannya kepada para mahasiswa. Peraih Penghargaan Saidatul Fitriah itu menyampaikan bagaimana cara jurnalis menghadapi narasumber.

“Narasumber itu berbeda-beda. Jadi, seorang jurnalis tak bisa menyamakan semua narasumber. Narasumber itu ada yang enak, ada yang skeptis, jadi tidak bisa disamakan. Sehingga, jurnalis harus siap karena setiap kejadian itu tidak bisa diprediksi. Itu memang risiko pekerjaan seorang reporter, semua sama-sama belajar,” kata dia.(*)

Laporan Ahmad Riduan


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …