Disdikbud Lampung Instruksikan Kepala SMA/SMK Cegah Pelajar Ikut Demo


KEPALA Disdikbud Lampung Sulpakar | duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengeluarkan instruksi kepada para kepala SMA/SMK tentang pencegahan peserta didik dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi kekerasan. Instruksi yang sifatnya segera itu tertuang dalam surat Nomor: 421.3/001-instruksi/V.01/DP.2B/2019, tertanggal 27 September 2019.

Instruksi tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pencegahan Peserta Didik dalam Aksi Unjuk Rasa yang Berpotensi Kekerasan. Juga berkenaan dengan peristiwa pada 25 September, yakni unjuk rasa kelompok peserta didik yang mengarah pada kekerasan, kerusuhan, dan konflik/gangguan keamanan yang membahayakan keselamatan dirinya dan orang lain.

“Instruksi yang kami sampaikan hendaknya menjadi perhatian dan dilaksanakan kepala SMA/SMK, Kacabdin, Pengawas, dan MKKS se-Provinsi Lampung,” kata Kepala Disdikbud Lampung Sulpakar melalui rilis Humas Pemprov Lampung, Selasa, 1/10/2019.

Melalui instruksi tersebut, Sulpakar meminta pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru untuk memantau, mengawasi, serta menjaga keamanan dan keselamatan peserta didik di dalam dan di luar lingkungan sekolah. Menjalin kerja sama dengan orang tua/wali untuk  memastikan putra/putrinya mengikuti pembelajaran sesuai ketentuan. Membangun komunikasi harmonis dengan peserta didik.

“Kemudian, melaksanakan pembelajaran yang dapat menyalurkan pemikiran kritis, bakat, dan kreativitas peserta didik masing-masing,” ujarnya.

Selain itu, memastikan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan peserta didik untuk tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan menyesatkan; Memastikan pihak siapa saja dengan maksud dan tujuan apa saja untuk tidak melibatkan peserta didik dalam aksi demonstrasi yang berpotensi pada tindakan kekerasan, kekacauan, dan perusakan.

Puluhan pelajar dari beberapa SMA/SMK turut bergabung dalam demonstrasi di Bundaran Tugu Adipura, Enggal, Bandar Lampung, Senin, 30/9/2019. Mereka ikut dalam barisan aksi Aliansi Pos Perjuangan Rakyat Lampung yang menolak sejumlah rancangan peraturan, di antaranya Rancangan KUHP, RUU Minerba, RUU Pertanahan, dan RUU Ketenagakerjaan. Bahkan, siswa siap menerima hukuman dari pihak sekolah lantaran ikut unjuk rasa.(*)

Baca juga LBH Bandar Lampung Siap Dampingi Siswa Bila Diintimidasi karena Demo


Komentar

Komentar

Check Also

Pertama di Indonesia, 6.351 Tahfizh Alquran Madrasah se-Lampung Diwisuda

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sebanyak 6.351 tahfizh Alquran lulusan madrasah se-Lampung diwisuda. Wisuda berlangsung di Gedung Serbaguna …