Polda Lampung Usut Kematian Aga Trias Peserta Diksar Cakrawala Unila


KABID Humas Polda Lampung Komisaris Besar Zahwani Pandra | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung tengah mengusut kematian Aga Trias Tahta. Mahasiswa baru Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung (FISIP Unila) itu meninggal saat mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Cakrawala di Kabupaten Pesawaran.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya mahasiswa tersebut. Penyebab kematian masih diselidiki,” kata Kabid Humas Polda Lampung Komisaris Besar Zahwani Pandra via telepon, Senin, 30/9/2019.

Dia mengatakan, pihak keluarga keberatan saat polisi hendak mengautopsi dalam. Keluarga hanya mengizinkan autopsi luar pada jasad Aga. Padahal, standarnya harus dilakukan autopsi luar dan dalam.

“Autopsi dalam itu untuk mengetahui penyebab lebamnya, tapi keluarga menolak,” ujarnya.

Kendati demikian, kepolisian masih terus melakukan serangkaian penyelidikan untuk menguak kasus tersebut. Saat ini, polisi meminta keterangan dari sejumlah pihak yang terlibat. Hal itu guna mendapatkan fakta, apakah benar ada kekerasan fisik pada diksar tersebut.

“Polisi masih meminta keterangan pihak keluarga maupun pihak panitia Diksar UKM Cakrawala,” kata dia.

Aga meninggal dunia di Rumah Sakit Bumi Waras, Bandar Lampung, kemarin. Dia dibawa ke sana setelah dua kali terjatuh saat mengikuti diksar yang berlangsung selama lima hari, 25-29 September 2019. Hasil visum, tubuh Aga penuh lebam dan memar. Pihak panitia mengakui ada kontak fisik saat diksar, namun itu masih tergolong standar bagi pencinta alam.(*)

Baca juga Diksar Maut Cakrawala Unila, Jasad Aga Trias Penuh Lebam-Memar

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

PN Tanjungkarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik se-Indonesia

JAKARTA, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang meraih penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dari Kementerian Pendayagunaan …