Selangkah Lagi Rilda Taneko Raih Kusala Sastra Khatulistiwa 2019


DAFTAR pendek KSK 2019 | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Rilda A Oe Taneko, penulis asal Bumi Ruwa Jurai, yang bermukim di Inggris, tinggal selangkah lagi meraih Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) 2019. Buku kumpulan cerita pendeknya ‘Seekor Capung Merah’ masuk dalam daftar pendek atau lima besar penghargaan bergengsi tersebut untuk kategori Prosa.

“Kabar terbaru dari FB-nya Richard Oh. Seekor Capung Merah masuk daftar pendek Kusala Sastra Khatulistiwa,” tulis Ara, panggilan akrab Rilda, di WhatsApp Grup Pembaca duajurai.co.

Alhamdulillah. Terima kasih banyak doanya teman-teman,” lanjut wisudawan terbaik I FISIP Universitas Lampung tahun 2002 ini.

Seekor Capung Merah, buku terbitan Aura Publishing, masuk daftar pendek KSK 2019 bersama empat karya lain yakni Bugiali karya Arianto Adipurwanto, Cara Berbahagia Tanpa Kepala karya Henny Triskaidekaman, Teh dan Pengkhianat karya Iksaka Banu, dan Tango & Sadimin karya Ramayda Akmal.

Seperti daftar panjang, daftar pendek nominator KSK 2019 juga diumumkan oleh Richard Oh, pendiri dan penyelenggara KSK, di akun media sosialnya.

“Malam Anugerah KSK akan diselenggara pada tanggal 16 Oktober pukul 7 PM di Plaza Senayan (Jakarta). Terbuka untuk semua,” tulis Richard Oh.

Merujuk Wikipedia, Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) adalah ajang penghargaan dalam dunia kesusastraan Indonesia yang didirikan oleh Richard Oh dan Takeshi Ichiki. Ajang ini pertama digelar pada 2001.

Awalnya bernama Khatulistiwa Literary Award, sejak 2014 berganti nama menjadi Kusala Sastra Khatulistiwa. Pemenang KSK didasarkan kepada buku-buku puisi dan prosa yang terbit dalam kurun 12 bulan terakhir dan kemudian diseleksi secara ketat oleh dewan juri.

Selama 18 tahun, KSK berkembang berkat masukan dari berbagai pihak di komunitas sastra Indonesia. Sejak awal didirikan, KSK dirancang sebagai anugerah sastra dari komunitas sastra untuk para penulis.

Sejumlah nama besar dalam sastra Indonesia pernah meraih KSK. Mereka antara lain Goenawan Mohamad (2001), Remy Sylado (2002), Hamsad Rangkuti (2003), Sapardi Djoko Damono (2004), Linda Christanty (2004, 2010), Seno Gumira Ajidarma (2004, 2005), Joko Pinurbo (2005, 2015).

Kemudian, Gus tf Sakai (2007), Acep Zamzam Noor (2007), Nirwan Dewanto (2008, 2011), Ayu Utami (2008), F Rahardi (2009), Leila S Chudori (2013), Afrizal Malna (2013), Dorothea Rosa Herliany (2015), dan Yusi Avianto Pareanom (2016).

Tahun 2018 lalu, dua penyair Lampung juga masuk 5 besar nominasi KSK. untuk kategori Puisi. Keduanya ialah Ahmad Yulden Erwin lewat karyanya Perawi Rempah dan Ari Pahala Hutabarat dengan puisinya Rekaman Terakhir Beckett.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Hotel Emersia Lampung Sedia Oleh-oleh Chocobana dan Brownsia

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Hotel Emersia kini menyediakan paket oleh-oleh bagi pengunjung. Ini menjadi alternatif bagi tamu …