Aksi Kamisan ke-7, Elemen Masyarakat Lampung Kecam Tindakan Represif Terhadap Penyampai Aspirasi


AKSI Kamisan ke-7 di Bundaran Tugu Adipura, Bandar Lampung, Kamis, 26/9/2019. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung bersama sejumlah elemen dan masyarakat sipil kembali menggelar Aksi Kamisan di Bundaran Tugu Adipura, Bandar Lampung, Kamis, 26/9/2019. Aksi tersebut yang ketujuh kali di Lampung.

Abi Manyu Septiadji Sungsang, Koordinator Aksi Forum Kamisan Lampung, mengatakan, kali ini, pihaknya mengangkat isu pelanggaran HAM masa lalu yang belum terselesaikan. Juga mengecam tindakan represif aparat terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasi, akhir-akhir ini.

“Kami ingin mengingatkan kembali beberapa kasus pelanggaran HAM yang hingga kini belum ada kejelasan, seperti Tragedi UBL Berdarah 20 tahun lalu. Kemudian, tindakan aparatur pemerintah yang represif dan pembungkaman terhadap masyarakat yang ingin menyuarakan pendapatnya. Padahal, kebebasan berpendapat telah diatur dalam UU Nomor 9 Tahun 1998,” kata Abi.

Massa mengisi Aksi Kamisan dengan aksi diam. Itu merupakan simbol kekecewaan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai tidak prorakyat. Mereka juga mengenakan baju serba hitam lengkap dengan payung hitam. Warna hitam itu simbol berkabung atas kematian demokrasi di Indonesia.

“Harapannya, pemerintah membuka mata dan pikirannya untuk menjalankan mekanisme mengungkap pelanggaran HAM masa lalu,” ujar Abi.

Massa aksi bergantian menyampaikan orasinya di Bundaran Tugu Adipura. Mereka di antaranya dari LBH Bandar Lampung, Pemuda Tangguh Peduli HAM, Serikat Mahasiswa Indonesia, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan lain-lain.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Diklat Calon Kepala Perpustakaan, Pemprov Lampung Tingkatkan Kualitas Pustakawan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung …