Diskusi 20 Tahun UBL Berdarah, Juwendra: Tiap Tahun Mesti Ada Progres


PEMRED duajurai.co Juwendra Asdiansyah (berkacamata) mengisi Diskusi Publik “20 Tahun Menolak Lupa Tragedi UBL Berdarah”. Diskusi yang digelar UKPM Teknokra Unila itu berlangsung di lantai satu Gerha Kemahasiswaan Unila, Bandar Lampung, Rabu, 25/9/2019. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Teknokra Univeristas Lampung (Unila) menggelar Diskusi Publik “20 Tahun Menolak Lupa Tragedi UBL Berdarah”. Diskusi berlangsung di lantai satu Gerha Kemahasiswaan Unila, Bandar Lampung, Rabu, 25/9/2019.

Diskusi itu menghadirkan Pemimpin Redaksi (Pemred) duajurai.co Juwendra Asdiansyah. Mengawali diskusi, Pemimpin Umum Teknokra 1998-1999 itu menceritakan kembali Tragedi UBL Berdarah pada 28 September 1999. Hal itu dilakukan karena banyak peserta diskusi merupakan mahasiswa baru yang belum mengetahui peristiwa kelam tersebut.

Juwendra menuturkan mulai dari bagaimana kondisi bangsa pada tahun itu, di mana aksi demonstrasi memang dilakukan mahasiswa hampir setiap hari. Hingga akhirnya sejumlah mahasiswa Lampung melakukan demonstrasi dan longmarch dari kampus Unila menuju Korem 043/Gatam. Mereka memprotes dan menolak Rancangan Undang-undang Penanggulangan Keadaan Bahaya (RUU PKB).

Dalam perjalanannya, terjadi kerusuhan di depan dan sekitar kampus Universitas Bandar Lampung (UBL), Jalan ZA Pagaralam, Bandar Lampung. Dalam peristiwa itu, dua mahasiswa Unila gugur. Keduanya, Muhammad Yusuf Rizal, mahasiswa FISIP angkatan 1997, dan Saidatul Fitriah, mahasiswa FKIP 1996 yang juga aktivis pers mahasiswa Teknokra.

Menurutnya, diskusi semacam ini harus terus dilakukan dan jangan pernah bosan. Sebab, kalau tidak dilakukan, ada kekhawatiran peristiwa pelanggaran HAM bersejarah itu dilupakan.

“Saya berharap, setiap tahun ada peningkatan, ada progresnya. Saya selama 20 tahun bicarakan ini. Setiap tahun saya mengulangi cerita yang sama. Tapi begini- begini saja,” kata Juwendra.

Mantan Ketua AJI Bandar Lampung itu menginginkan ada upaya upaya dari mahasiswa untuk membuka jalan terungkapnya kasus itu. Setidaknya mengabadikan nama Yusuf Rizal dan Saidatul Fitriah di Unila.

” Ini sejarah, belum pernah ada kejadian seperti ini di Unila. Penting ada monumen atau pengabadian nama itu, misalnya nama gedung, nama jalan, sehingga tetap diingat. Kematian Rizal dan Atul (sapaan Saidatul) bukan sekadar cerita, tetapi mahasiswa bisa menjadikan kisah mereka sebuah pembelajaran,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, sejumlah mahasiswa menyampaikan bahwa mereka ingin ada sebuah wadah bagi perjuangan untuk mengungkap Tragedi UBL Berdarah. Tujuannya, guna mendapatkan kepastian gerakan-gerakan apa yang mesti dilakukan agar ada perkembangan ihwal kasus tersebut, setiap tahun. Bagi mahasiswa, membahas hal yang sama setiap tahun sangat membosankan jika tidak pernah ada progres. Mahasiswa harus menyuarakan pengungkapan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu.

Menanggapi hal itu, Juwendra mengapresiasi semangat mahasiswa. Dia senang mahasiswa masih mau berdiskusi dan melakukan gerakan setiap tahunnya untuk melawan lupa Tragedi UBL Berdarah. Juwendra mengajak mahasiswa untuk jangan pernah bosan melakukan hal tersebut.

“Kenapa saya masih bicarakan ini setelah 20 tahun kejadian, karena masalah ini belum selesai,” ujarnya.

“Isu ini jangan lagi hanya milik Teknokra, LMND, dan lain sebagainya, tapi ini urusan bersama. Ada nilai-nilai penting yang memang harus dijaga, harus dirawat,” kata dia.

Seminimal apa pun kegiatannya, tambah Juwendra, setiap tahun harus melakukan sesuatu untuk mengingat Tragedi UBL Berdarah. Lebih baik adalah jangan hanya melakukan sesuatu, tetapi mesti ada perkembangan.

“Seharusnya setelah 20 tahun, kita saat ini sedang meresmikan patung atau gedung atau jalan Saidatul Fitriah dan Yusuf Rizal. Memang ada problem, tapi problem ini yang harus dipecahkan bersama-sama,” ujarnya.(*)

Baca juga Sore Ini Diskusi 20 Tahun UBL Berdarah Hadirkan Juwendra dan Chandra Muliawan

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Pemred duajurai.co Juwendra Jadi Panelis Fit and Proper Test Balon Walikota PKS

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemimpin Redaksi (Pemred) duajurai.co Juwendra Asdiansyah menjadi salah satu panelis fit …