Kedelai Dicuci di Kali Belau Dialiri Limbah, Ini Bahaya Konsumsi Tempe Tak Higienis


SEJUMLAH warga mencuci kedelai di Kali Belau, Gedung Pakuon, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, Sabtu, 14/9/2019. Padahal, sungai tersebut dialiri limbah rumah tangga. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Masyarakat yang mengonsumsi tempe yang tidak higienis berpotensi mengalami berbagai gangguan kesehatan. Penyakit yang menyerang tergantung jenis bakteri yang mengontaminasi makanan tersebut.

Hal itu disampaikan dr Asep Sukohar, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung, menanggapi pemberitaan duajurai.co ihwal pembuat tempe mencuci kedelai di Kali Belau, Gedung Pakuon, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung. Sungai tersebut dialiri limbah rumah tangga.

“Kalau makanan tidak higienis berarti ada indikasi tercemar. Yang paling sering adalah Bakteri E-coli dan beberapa bakteri lainnya yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan,” kata Asep via telepon, Rabu, 18/9/2019.

Adapun gangguan kesehatan yang paling rentan adalah diare, muntah, dan pusing. Untuk jenis bakteri dan senyawa aktif tertentu bahkan bisa menyebabkan gangguan kesehatan lainnya yang lebih parah dan jangka panjang.

“Misal, di air tersebut ada kandungan logam, logam berat, kandungan zat besi atau zat-zat mineral lainnya. Pada penggunaan yang lama tentunya berakibat pada gangguan kesehatan yang lain, misalnya gangguan saraf, memori, dan lainnya, tergantung senyawa aktif apa yang ada pada kontaminan tersebut,” ujarnya.

Ketika air sungai tercemar, maka bisa mengandung berbagai macam bakteri dan senyawa aktif lainnya yang membahayakan kesehatan manusia. Sehingga, air sungai yang tercemar tidak layak digunakan untuk mandi, mencuci, apalagi konsumsi. Tingkat bahayanya tergantung pada mikroorganisme yang terkandung di dalamnya.

“Misalnya, (sungai tercemar) limbah rumah tangga seperti detergen. Itu membahayakan kesehatan karena bisa mengganggu metabolisme di dalam tubuh,” kata dia.

Asep mengimbau masyarakat sebaiknya menjaga kebersihan makanan. Sehingga, dapat terhindar dari berbagai penyakit. Dia meminta masyarakat memerhatikan kebersihan lingkungan agar makanan yang dikonsumsi tetap higienis.(*)

Baca juga Warga Cuci Kedelai di Kali Belau, Walhi Dorong Pemkot Beri Bantuan Air Bersih

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Pelantikan Presiden, Polresta Bandar Lampung Perketat Keamanan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandar Lampung memperketat keamanan menjelang pelantikan presiden dan wakil …