Tolak Revisi UU KPK, Aliansi Masyarakat Lampung Kumpulkan Headset Rusak untuk DPR


KETUA AJI Bandar Lampung Hendry Sihaloho memasukkan headset rusak ke dalam kardus bertuliskan “Headset Rusak Buat Wakil Rakyat”, Senin, 16/9/2019. Penyerahan headset itu disaksikan Direktur LBH Bandar Lampung Chandra Muliawan (berkacamata). | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejumlah elemen yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lampung Dukung Pemberantasan Korupsi (Amal KPK) mengumpulkan headset rusak untuk dikirimkan kepada DPR RI. Penyerahan headset rusak secara simbolis dilakukan oleh Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung Hendry Sihaloho dalam Diskusi Publik Tolak Revisi UU KPK di LBH Bandar Lampung, Senin, 16/9/2019.

Headset rusak ini akan dikumpulkan dan diserahkan ke DPR RI. Ini sebagai simbol bahwa wakil rakyat tak perlu lagi mendengarkan suara rakyat. Sebab, DPR yang notabene representasi rakyat tak mendengarkan suara penolakan rakyat dari berbagai daerah ihwal revisi UU KPK. Justru semangat memberangus pemberantasan korupsi itu datang dari mereka,” kata Hendry seraya memasukkan headset ke dalam kardus bertuliskan “Headset Rusak Buat Wakil Rakyat”

Selain pengumpulan headset rusak, Hendry mewakili Amal KPK membacakan pernyataan sikap. Selain LBH dan AJI, Pusat Kajian Masyarakat Antikorupsi dan Hak Asasi Manusia (Puskamsikham) Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) serta Walhi Lampung juga tergabung dalam Amal KPK. Berikut pernyataan sikap Amal KPK:

  1. Tolak revisi UU 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK);
  2. Cabut Surat Presiden Nomor R-42/Pres/09/2019 dan batalkan pembahasan revisi UU KPK;
  3. DPR harus patuh terhadap program legislasi nasional dan mandat rakyat;
  4. Teruskan mandat rakyat kepada KPK untuk memberantas korupsi sebagai cita-cita reformasi;
  5. Penuhi janji presiden.

Setelah itu, satu per satu narasumber dan peserta diskusi juga menandatangai spanduk penolakan revisi UU KPK. Nantinya, banner dan pengumpulan headset rusak terus dihadirkan dalam kegiatan Amal KPK hingga aksi Aksi Kamisan di Bundaran Tugu Adipura, Enggal, Bandar Lampung, 19 September mendatang.

Direktur LBH Bandar Lampung Chandra Muliawan menambahkan, pihaknya akan menggelar mimbar akademik di Unila. Para dosen akan diminta menyatakan sikapnya dengan cara orasi di pelataran Fakultas Hukum Unila.

“Kami akan terus berkonsolidasi dengan masyarakat sipil sampai dengan aksi Kamisan di Tugu Adipura. Sampai Kamis, Amal KPK terus menggalang headset rusak. Setelah itu, kami sampaikan ke DPR, kemungkinan dikirim lewat ekspedisi,” ujarnya.(*)

Baca juga LBH Bandar Lampung Gelar Diskusi Publik Tolak Revisi UU KPK

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Kecelakaan Maut Tol Sumatra, Kristyowati Mau Pindah Sekolah ke Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sebanyak empat orang tewas dalam kecelakaan di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) Kilometer …