Peserta FLS2N Belum Tiba di Lampung, Kemendikbud Sebut karena Kabut Asap


SEJUMLAH siswa Lampung membawakan tarian kreasi Papua pada pembukaan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) ke-16 di Grand Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, Senin, 16/9/2019. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi resmi membuka Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) ke-16 di Grand Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, Senin, 16/9/2019. Pembukaan tersebut disaksikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Didik Suhardi.

Dalam sambutannya, Didik menyampaikan salam hangat dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Sang menteri berhalangan hadir karena mesti mengikuti rapat mendadak di Pekanbaru, Riau.

“Pak menteri harus ikut rapat medadak di Pekanbaru karena ada kebakaran hutan, dan mungkin ada beberapa provinsi (peserta FLS2N) yang belum sampai di Lampung karena belum bisa terbang (karena kabut asap). Mari doakan mereka dapat segera bisa terbang dan bergabung di sini,” kata Didik.

Dia mengatakan, pemerintah ingin mengoptimalkan kemampuan anak-anak Indonesia, khususnya bidang seni. Caranya, dengan memberikan kesempatan yang seluas luasnya kepada anak-anak, sehingga kemampuan jiwa seninya bisa terasah dengan baik. Seni juga bagian dari prioritas presiden dalam rangka mengembangkan industri pariwisata dan kreatif di Indonesia.

“Kenapa seni perlu dikembangkan? Kalau Amerika disebut “super power” karena luar biasa dalam bidang persenjataannya. Kalau Indonesia dikenal dengan “culture power”. Sebab, Indonesia punya kekuatan budaya yang luar biasa,” ujarnya.

Selain pendidikan, lanjut dia, seni bagian dari pelestarian budaya. Banyak seni di Indonesia yang bisa disosialisasikan. Harapannya, suatu saat nanti menjadi seni yang mendunia.

“Seni juga harus dilihat sebagai perekat bangsa. Oleh karena itu, mari mempelajari bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan punya budaya yang tinggi. Mari hindari intoleransi, hindari hoax (kabar bohong). Indonesia harus tetap utuh sebagai NKRI,” kata dia.

Menurut Arinal, pendidikan bukan hanya mengembangkan kemampuan pikiran anak-anak. Tetapi, rasa anak-anak harus diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam bidang seni dengan kreativitas dan imajinasi yang dibebaskan, dan harus memiliki empat kemampuan. Keempatnya, kemampuan berpikir kritis, kemampuan komunikasi, kemampuan berkolaborasi, dan kemampuan kreasi.

FLS2N berkontribusi untuk menyiapkan generasi emas Indonesia. Karena itu, sudah sepantasnya menempatkan FLS2N tidak hanya ajang kompetisi mengumpulkan medali. Akan tetapi, sebagai tolak ukur untuk mengetahui pola pembinaan kesenian di sekolah.

“Melalui ajang ini, harapan bisa meraih dan mencetak prestasi yang tinggi, yang bukan hanya akan menjadi kebanggan provinsi dan daerah masing-masing. Tapi, juga akan menjadi kebanggan bagi siswa-siswa di Indonesia pada umumnya. Marilah semangat bersama dalam seni menyukseskan FLS2N di Provinsi Lampung,” ujar Arinal.

Sementara itu, Noval Luanmassar, siswa SLB Kota Ambon, mengaku senang bisa berpartisipasi dalam FLS2N ke-16 ini. Dia baru pertama kali datang ke Lampung. Salah satu peserta lomba solo song itu berharap bisa menorehkan prestasi.

“Saya akan bawakan lagu ‘Beta Berlayar Jauh’. Semoga saya bisa menang lawan perserta lain dari seluruh Indonesia,” ujarnya.(*)

Baca juga Resmi Dibuka, FLS2N ke-16 di Lampung Diikuti 3.500 Partisipan

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Kecelakaan Maut Tol Sumatra, Kristyowati Mau Pindah Sekolah ke Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sebanyak empat orang tewas dalam kecelakaan di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) Kilometer …