MTI Lampung: Penerapan Contra Flow di Jalan Ryacudu Berbahaya


JALAN Ryacudu di Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, sedang dalam perbaikan. Sehingga, arus kendaraan untuk sementara dibuat satu jalur, Minggu, 11/8/2019. | duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Lampung meminta pemerintah memberikan batas pemisah ruas jalan di titik penggabungan arus lalu lintas di Jalan Ryacudu, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung. Pasalnya, penerapan contra flow (lawan arus) selama perbaikan Jalan Ryacudu mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Penerapan contra flow dapat menimbulkan bahaya tanpa pemberian rambu pemisah arus. Banyak kendaraan dan warga yang keselamatannya terancam sebagai akibat dari penerapan contra flow tanpa pemberian rambu dan perbaikan bahu jalan,” kata Ketua MTI Wilayah Lampung IB Ilham Malik melalui keterangan tertulisnya kepada duajurai.co, Jumat, 13/9/2019.

Selain itu, Ilham juga meminta pemerintah dan kontraktor dapat mengurangi dampak negatif dari pembangunan ulang Jalan Ryacudu. Caranya, melaksanakan pembangunan per segmen. Setiap persimpangan dengan ruas jalan lain (jalan kota) tidak dibangun serentak dengan segmen tersebut.

“Sehingga, kendaraan masih dapat melakukan crossing ke Jalan Ryacudu tanpa harus memutar ke ruas jalan lain yang mengalami kemacetan akibat perbaikan jalan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai memperbaiki secara permanen Jalan Ryacudu. Rencananya, jalan yang menjadi akses ke Gerbang Tol Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan, itu akan dirigid beton hanya sepanjang 1 Km. Pemerintah setempat menganggarkan dana perbaikan Jalan Ryacudu sekitar Rp11,4 miliar.(*)

Baca juga Jalan Ryacudu Bandar Lampung Satu Jalur, Arus Kendaraan Padat


Komentar

Komentar

Check Also

Tingkatkan Hasil Panen, Pairin Ajak Masyarakat Metro Kurangi Konsumsi Beras

METRO, duajurai.co – Wali Kota Metro Achmad Pairin mengajak masyarakat setempat tidak membiasakan mengonsumsi beras. …