Ribuan Orang Banjiri Lampung, Arinal: Muktamar NU Bakal Tingkatkan Pendapatan Daerah


GUBERNUR Lampung Arinal Djunaidi menerima audiensi jajaran PWNU Lampung di kantornya, Rabu, 11/9/2019 | humas pemprov

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Arinal Djunaidi meminta Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung merebut kesempatan agar Lampung menjadi tuan rumah
Muktamar ke-34 NU tahun 2020. Menurut Gubernur, selain banyak kepala daerah di Lampung yang merupakan tokoh NU, kehadiran ribuan peserta muktamar akan menjadi promosi potensial untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Hal tersebut diungkapkan Arinal saat menerima silaturahmi Ketua PWNU Lampung Prof Dr KH Mohammad Mukri MAg beserta jajarannya di ruang kerjanya, Rabu, 11/9/2019.

“Lampung sudah sangat layak jika ingin menjadi tuan rumah muktamar NU. Dari segi infrastruktur Lampung saat ini sangat siap. Ditambah lagi banyak kepala daerah di Lampung yang merupakan tokoh NU dan mendukung terselenggaranya muktamar di Lampung,” kata Gubernur.

Provinsi Lampung terpilih sebagai salah satu nominator utama tuan rumah muktamar NU tahun 2020. Lmapung bersaing dengan PWNU Sumatera Utara, PWNU Sumatera Selatan, PWNU Banten, PWNU Jawa Tengah, PWNU DI Yogyakarta, dan PWNU Kalimantan Selatan.

Gubenur Arinal mengharapkan, dengan kondisi keuangan Provinsi Lampung yang sedang melaksanakan rasionalisasi anggaran, Muktamar NU di Lampung dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, dan penggiat UMKM.

“Ribuan peserta dari seluruh Indonesia dan luar negeri akan datang ke Lampung. Ini menjadi momentum yang baik bagi kita untuk memperkenalkan potensi wisata, kuliner, dan berbagai kerajinan Lampung. Jadi event ini juga mendatangkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Gubernur.

Ketua PWNU Lampung Mohammad Mukri menyampaikan, Lampung memiliki sejumlah kelebihan untuk menjadi tuan rumah muktamar. Antara lain, posisinya yang strategis sebagai gerbang Sumatera, penghubung Pulau Jawa-Pulau Sumatera, dan mudah diakses baik dari Jawa, Sumatera, atau wilayah lain di Indonesia.

Lampung juga ditunjang oleh infrastruktur yang sangat memadai, baik berupa jalan tol, bandara internasional, sejumlah hotel berbintang, dan pesantren-pesantren yang sudah mapan.

“Dengan posisi seperti ini, Lampung sangat strategis dan mudah diakses baik dari Jawa, Sumatera, atau wilayah lain di Indonesia. Penerbangan dari Jakarta-Lampung hanya perlu tiga puluh menit,” ujar Mukri.

Secara demografis, lanjut Mukri, Lampung merupakan wilayah terpadat kedua di Sumatera setelah Sumatera Utara, dan NU terbesar di Luar Jawa. Pesantren-pesantren besar Lampung juga memiliki hubungan emosional, kultural, dan kekeluargaan dengan pesantren-pesantren besar di Pulau Jawa.

“Sudah saatnya Muktamar ke-34 NU 2020 dilaksanakan di Lampung. Dari 33 penyelenggaraan muktamar, sebagian besar berlangsung di Pulau Jawa. Hanya 4 kali di luar Jawa, salah satunya di Makassar, Sulawesi Selatan,” tambah Mukri.(*)

Rilis Humas Pemprov


Komentar

Komentar

Check Also

Kenang Rizani Puspawijaya, Prof Kamal: Almarhum Sosok Bijaksana-Pamong

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Upacara pelepasan jenazah Rizani Puspawijaya SH MH berlangsung di rumah duka, Jalan HOS …