Puskamsikham-63 Dosen Unila Serukan Tolak Revisi UU KPK


GEDUNG Komisi Pemberantasan Korupsi | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pusat Kajian Masyarakat Anti Korupsi dan Hak Asasi Manusia (Puskamsikham) Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) dan puluhan dosen kampus setempat menyerukan penolakan terhadap revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Alasannya, revisi tersebut dinilai melemahkan upaya pemberantasan korupsi.

“Mengingat tujuan kemerdekaan RI tidak akan tercapai selama korupsi marak di Indonesia, kami, Puskamsikham dan dosen Universitas Lampung yang bertanda tangan di bawah ini menentang setiap upaya pelemahan penanggulangan korupsi,” begitu isi seruan tertulis yang diterima duajurai.co, Rabu, 11/9/2019.

Dalam seruan itu disebutkan bahwa pembahasan revisi UU KPK tanpa mengindahkan aspek transparansi, aspirasi, dan partisipasi publik. Isi revisi UU KPK justru melemahkan KPK. Padahal, KPK adalah amanah reformasi dalam upaya melawan korupsi. Penanggulangan korupsi adalah amanah reformasi sekaligus amanah konstitusi.

Sebagaimana pemberitaan media, setidaknya terdapat sejumlah poin krusial yang membuat KPK seolah kehilangan taring bilamana Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui pembahasan revisi UU KPK. Beberapa poin dimaksud antara lain pembentukan dewan pengawas KPK. Dewan pengawas bertugas mengawasi pelaksanaan tugas dan wewenang KPK, memberikan izin penyadapan, dan menetapkan kode etik pimpinan dan pegawai KPK. Poin lainnya, penghentian penyidikan dan penuntutan suatu kasus, serta penyelidik hanya boleh dari kepolisian.

Adapun dosen yang meneken seruan penolakan terhadap revisi UU KPK sebanyak 63 orang. Mereka berasal dari lintas fakultas, tak hanya fakultas hukum. Berikut 63 dosen Unila tersebut:

  1. Budiono, S.H., M.H.
  2. Rinaldy Amrullah SH, MH
  3. Deni Achmad
  4. Budi Rizky
  5. Heni Siswanto, S.H., M.H.
  6. Dr Yusdianto SH MH
  7. Dr Zulkarnain Ridwan SH MH
  8. Dr Muhtadi SH MH
  9. Ahmad Zazili, SH, MH
  10. Abd Muthalib Tahar, SH., M.Hum
  11. Naek Siregar, S.H.,M.Hum
  12. Rohaini, Ph.D
  13. Gunawan Jatmiko
  14. Muhammad Farid
  15. Dr Usep Syaipudin, S.E., M.S.Ak
  16. Diky Hidayat, M.Sc
  17. Limin Santoso, Jr
  18. Arizka Warganegara
  19. Muslimin, SE.M.Sc
  20. M Wendy Trijaya, S.H.,M.Hum
  21. Rudi Natamiharja, DEA
  22. Dedy Yuliawan,M.si
  23. Dr Hertanto
  24. Dr Rudi
  25. Dr Erna Dewi, SH.,M.H
  26. Dr Nikmah Rosidah
  27. Dr Tuntun Sinaga
  28. Siti Khoiriah, S.H.I.,M.H
  29. A Zubaidi Indra SE.MM
  30. H Mirwan Karim, SE. MM
  31. Hj Nilla Nargis SH M.Hum
  32. Dr Roby Cahyadi
  33. Dr Ir. M.A. Syamsul Arif.Msc
  34. Elly Nurlaili SH MH
  35. Selvia Oktaviana, SH MH
  36. Yulia Neta SH.M.H.
  37. Diah Gustiniati S.H., M.H.
  38. Prof Dr Muhammad Akib
  39. Martha Riananda, S.H.,M.H.
  40. Yulia KW, SH, LLM
  41. Desy Churul Aini, SH, MH
  42. Prof Yulianto
  43. Dra Ida Nurhaida Msi
  44. Iwan Sulistyo
  45. Agus hadiawan
  46. Drs Sugiyanta
  47. Tri Andrisman, S.H.,M.H.
  48. Siti Azizah, S.H., M.H.
  49. Melly Aida S.H., M.H.
  50. Eko Raharjo S.H., M.H.
  51. Dr Candra Perbawati, S.H., M.H.
  52. Upik Hamidah, S.H.M.H.
  53. Nurmayani, S.H.M.H.
  54. Ari Darmastuti
  55. Dr syarif Mahya
  56. Budiharjo MIP
  57. Himawan Derajad SIP MIP
  58. Dr Pitoyo Budiono
  59. Budi kurniawan
  60. Albert Medyantoro
  61. Dedi Miswar
  62. Ahmad Saleh, S.H.,M.H.,
  63. Ade Arif Firmansyah, S.H.,M.H.(*)

Catatan redaksi: Judul dan isi berita ini telah diubah pada Rabu, 11 September 2019, pukul 18.45 WIB. Perubahan karena terdapat penambahan data.


Komentar

Komentar

Check Also

Sita 3 Kg Sabu-1.200 Butir Ekstasi, BNN Lampung: Dikendalikan Napi dari Lapas

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung menyita sebanyak 3 kg sabu-sabu dan 1.200 …