Butuh 1.000 Liter Cat untuk Buat Mural Underpass Simpang Unila


ANGGOTA Komunitas Kuas Lampung sedang melukis dinding underpass simpang Unila, Bandar Lampung, Senin, 9/9/2019. Pembuatan mural dengan konsep bawah laut itu diperkirakan membutuhkan cat sekitar 1.000 liter. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pembuatan mural dengan konsep bawah laut di terowongan (underpass) simpang Universitas Lampung (Unila) membutuhkan sekitar 1.000 liter cat. Hal itu karena luas keseluruhan tembok yang akan dilukis sekitar 6.000 meter.

“Bagian tembok kanan dan kiri ini panjangnya masing-masing 300 meter, tingginya delapan meter. Kemudian, bagian atap itu lebar delapan meter dan panjangnya 30 meter. Ini dilukis luar dalam, sehingga total butuh kurang lebih 1.000 liter cat,” kata Damsi, koordinator lapangan pembuatan mural, di underpass simpang Unila, Bandar Lampung, Senin, 9/9/2019.

Dia mengatakan, tim Komunitas Kuas Lampung lebih dahulu membuat gambaran desain muralnya. Kemudian, memasukkan konsep bawah laut (underwater). Setelah itu, desain tersebut dipotong atau dibagi berdasarkan skalanya.

“Sehingga, setiap anggota komunitas sudah bisa langsung mengerjakan lukisan berdasarkan desian itu,” ujarnya.

Dalam prosesnya, para pelukis tak sedikit menemukan kendala. Pada siang hari, kendalanya adalah ketika cuaca terik dan bising kendaraan. Sementara pada malam hari, kendalanya karena tembok jadi berembun, sehingga cat sulit menempel. Selain itu, pencahayaan yang kurang baik. Para pelukis hanya mengerjakan detail-detail pada siang hari.

“Tapi, kendala-kendala itu sejauh ini masih bisa kami atasi. Sebab, itu sudah menjadi risiko. Kami usahakan melukis dengan totalitas,” kata dia.(*)

Baca juga Luas 6.000 Meter, Mural Bawah Laut Underpass Unila Bakal Terbesar di Indonesia

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Mesin BBM SPBU Cut Nyak Dien Terbakar, Pengendara Sepeda Motor Kabur

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Satu unit sepeda motor dan mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun …