10 Besar Kusala Sastra 2019, Ini Profil Singkat Rilda Taneko


PEMRED duajurai.co Juwendra Asdiansyah (tengah) foto bersama Rilda A Oe Taneko (baju hitam) dan Rosita Sihombing (berjilbab) usai acara Kafe Juwe di Radio Andalas, Bandar Lampung, Kamis, 20/7/2017. Rilda dan Rosita merupakan novelis asal Lampung yang kini bermukim di Eropa. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Rilda A Oe Taneko, penulis asal Lampung yang bermukim di Inggris, masuk 10 besar Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) 2019. Dalam ajang bergengsi berskala nasional tersebut, alumnus FISIP Universitas Lampung ini lolos seleksi untuk kategori Prosa lewat buku kumpulan cerita pendeknya ‘Seekor Capung Merah’.

Bersama buku terbitan Aura Publishing tersebut ada sembilan karya lain yang masuk nominasi kategori Prosa. Selain itu, ada 10 nominasi untuk kategori Puisi.

Buku Seekor Capung Merah setebal 250 halaman berisi 25 cerpen. Sebagian di antaranya sudah dipublikasikan di sejumlah media nasional ternama.

“Ada tujuh cerpen terbit di Koran Tempo yang dikurasi Nirwan Dewanto, tiga di Media Indonesia (Damhuri M), satu terbit di Suara Merdeka (Triyanto Triwikromo), dan banyak di Lampung Post (Udo Z Karzi),” terang Ara, panggilan Rilda, dalam percakapan via WhatsApp dengan duajurai.co, Senin, 9/9/2019.

“Satu cerpen, Bukan Sebambangan, menang Krakatau Award dengan juri Yanusa Nugroho, Isbdey Stiawan ZS dan Syaiful Irba Tanpaka,” lanjutnya.

Rilda Tasneko bukan nama baru dalam dunia sastra. Menetap jauh di rantau, Lancaster, Inggris, putri eks dosen kharismatik FISIP Unila (almarhum) Soleman B Taneko ini produktif berkarya.

Baca Juga
Rilda, Penulis Asal Lampung, Masuk Nominasi Kusala Sastra Khatulistiwa 2019
Cerpen “Bukan Sebambangan” Rilda dari Inggris Juara Krakatau Award 2018
Bermukim di Inggris, Ini Sekelumit Kisah Novelis Lampung Rilda Taneko
Novel ‘Anomie’ Tak Pakai Nama Lampung, Ini Penjelasan Rilda Taneko

Dia sudah aktif menulis sejak masih mahasiswa di Unila. Cerita pendeknya sering dimuat Lampung Post.

Sebelum hijrah ke Eropa, wisudawan terbaik FISIP Unila ini sempat aktif di Lembaga Advokasi Perempuan Damar. Lulus seleksi, dia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Belanda.

“Saya berangkat ke Belanda pada 2005. Sebelumnya, sempat menjalani training selama enam bulan di Jakarta,” tutur Ara saat menjadi tamu acara Kafe Juwe di Radio Andalas, Bandar Lampung, 20/7/2017.

“Walaupun sudah di Belanda, saya tetap kirim cerpen ke Lampung Post. Sampai akhirnya dapat masukan dari sahabat saya, Arman AZ, untuk kirim karya ke media cetak nasional. Barulah saya mulai kirim karya ke koran nasional,” lanjutnya.

Di Belanda, Ara tetap melanjutkan hobinya, menulis. Bahkan, ia lebih produktif di Negeri Kincir Angin itu.

“Di sana ada perasaan sunyi. Penulis itu butuh kesunyian untuk menulis,” ucapnya.

Buku pertamanya merupakan kumpulan cerpen berjudul “Kereta Pagi Menuju Den Haag’. Buku kedua, yang merupakan novel pertamanya berjudul ‘Anomie’ dirilis pada awal 2017.

Dari Belanda, bersama suami dan anaknya, Ara hijrah ke Lancaster, bagian Utara Inggris. Di sini Ara sedang mempersiapkan novel keduanya.

“Saya tak terlalu pasang target, tapi mungkin prosesnya akan memakan waktu dua tahun. Sebab, sebelum dikirim ke penerbit kan mesti saya baca lagi. Ya maksimal penulisan novel rampung 2020 mendatang,” kata dia.

Tahun 2018 lalu, cerpennya berjudul ‘Bukan Sebambangan’ menjuarai Lomba Cipta Cerpen Krakatau Award 2018. Muli Lampung ini satu-satunya peserta dari luar negeri yang mengikuti ajamg tahunan itu. Bukan Sebambangan berkisah tentang kawin lari (sebambangan) dalam masyarakat adat Lampung.

Tahun yang sama, bersama penerbit Aura Publishing, Ara meluncurkan buku kumcer ‘Seekor Capung Merah’. Tak dinyana, karya ini mengantarnya masuk nominasi Kusala Sastra Khatulistiwa 2019 yang membawa namanya sejajar dengan nama-nama besar di kancah sastra Indonesia. Selamat Ara!(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Wakili Lampung pada Duta Kopi Indonesia, Putri Lestari: Kopi Itu Bikin Kaget

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Putri Lestari (22) memenuhi persyaratan untuk mengikuti pemilihan Duta Kopi Indonesia 2019. Dia …