Ikat Napi di Pohon, Oknum Sipir Rutan Way Huwi Diperiksa Kemenkumham


SEORANG warga binaan bernama Apriansah diikat di pohon di halaman Rutan Way Huwi. | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) tengah memeriksa J, oknum sipir Rutan Way Huwi. Pemeriksaan itu terkait tindakan sang sipir yang mengikat seorang narapidana (napi) di pohon.

“Sedang kami periksa, terkait sanksi kami lihat sejauh mana nanti,” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Lampung Edi Kurniadi, seperti dilansir Antara, Kamis, 5/9/2019.

Menurutnya, oknum sipir itu kemungkinan hanya diberikan sanksi berupa kode etik dan profesi. Sebab, warga binaan yang diikat di pohon tidak mengalami perlakuan kekerasan, seperti penganiayaan. Namun demikian, dia sepakat bahwa yang dilakukan oleh salah satu petugas rutan tidak dibenarkan. Apalagi, perbuatan itu karena terkait kepentingan pribadi.

“Kami sudah periksa satu orang. Lagi pula ini masalah pribadi, jadi tidak melibatkan sistem di rutan,” ujarnya.

Seorang warga binaan di Rutan Way Huwi, Lampung Selatan, atas nama Apriansah mengalami perlakuan tidak menyenangkan. Dia diduga telah diintimidasi oleh salah satu petugas rutan dengan cara diikat di pohon palem yang berada di halaman rutan setempat.

Warga binaan itu ternyata mempunyai sangkutan utang piutang jual beli rumah oleh seseorang di luar rutan. Salah satu petugas yang juga keluarga dari orang yang tertipu itu kemudian meminta kepada petugas rutan untuk mendesaknya agar bisa membayar utangnya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Sita 3 Kg Sabu-1.200 Butir Ekstasi, BNN Lampung: Dikendalikan Napi dari Lapas

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung menyita sebanyak 3 kg sabu-sabu dan 1.200 …