Diskusi Graha Yusticia Institute, Penyanderaan Tak Efektif Tarik Pajak


DIREKTUR Graha Yusticia Institute Defri Julian saat diskusi ihwal penyanderaan wajib pajak, Jumat, 30/8/2019. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Penegak hukum perlu memikirkan cara lain untuk menindak wajib pajak yang nakal. Pasalnya, penyanderaan terhadap wajib pajak dinilai kurang efektif untuk menarik pajak.

Hal itu disampaikan Direktur Graha Yusticia Institute Defri Julian pada Diskusi “Penyanderaan Wajib Pajak Apakah Melanggar Hak Asasi Manusia (HAM)?” Diskusi berlangsung di sekretariat Graha Yusticia Institute, Jalan Cempaka Nomor 11 Rawalaut, Bandar Lampung, Jumat, 30/8/2019.

Menurutnya, ketidakefektifan itu karena tidak ada asas yang jelas atas penyanderaan tersebut. Jika menggunakan asas pemberian efek jera, maka penyanderaan tidak efektif. Sebab, wajib pajak hanya disandera dalam waktu terbatas, lalu dilepaskan.

“Penyanderaan dalam enam bulan. Bila tidak membayar ditambah lagi enam bulan, setelah itu sudah,” kata Defri.

Selain itu, peraturan tersebut tidak efektif karena menyulitkan wajib pajak untuk membayar pajak. Sebab, selama disandera, wajib pajak akan ditempatkan di tempat khusus.

“Lalu, bagaimana dia (wajib pajak) mencari uang untuk membayar, sedangkan yang bersangkutan disandera,” ujarnya.

Pantauan duajurai.co, diskusi tersebut dihadiri praktisi hukum. Tampak pula beberapa mahasiswa dari Universitas Lampung (Unila). Mereka terlihat menyimak jalannya Diskusi “Penyanderaan Wajib Pajak Apakah Melanggar Hak Asasi Manusia (HAM)?”.(*)

Baca juga Graha Yusticia Institute akan Gelar Diskusi Soal Penyanderaan Wajib Pajak

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Ikat Napi di Pohon, Oknum Sipir Rutan Way Huwi Diperiksa Kemenkumham

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) tengah …