Ombudsman Soroti Pedagang di Gedung Satu Atap, Herman HN: Tak Bisa Dilarang, Kasihan


DARI kanan ke kiri: Kepala Disdukcapil Bandar Lampung Ahmad Zainuddin, Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, anggota Ombudsman RI Adrianus Meliala, dan Kepala Ombudsman Lampung Nur Rakhman Yusuf di Gedung Pelayanan Satu Atap Pemkot Bandar Lampung, Kamis, 29/8/2019. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ombudsman RI menyoroti keberadaan pedagang saat inspeksi mendadak (sidak) ke Gedung Pelayanan Satu Atap Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, Kamis, 29/8/2019. Menanggapi hal itu, Wali Kota Bandar Lampung Herman HN menyatakan tidak bisa melarang.

“Tidak bisa dilarang, kasihan. Mereka adalah masyarakat dengan ekonomi yang lemah,” kata Herman.

Dia mengatakan, pihaknya telah menyiapkan kantin untuk mereka berdagang. Namun, masih banyak yang berdagang keliling. Herman pun tak ambil pusing bila memang Ombudsman memberikan penilaian kurang bagus lantaran keberadaan para pedagang.

“Kalau mau dinilai jelek tidak apa-apa. Sebab, masyarakat ekonomi lemah harus dibantu,” ujarnya.

Saat sidak, anggota Ombudsman RI Adrianus Meliala mengatakan, keberadaan para pedagang dapat menurunkan nilai kemegahan gedung. Selain itu, bisa menurunkan penilaian pelayanan publik. Sebab, itu bagian dari standar penilaian. Seyogianya ada tempat khusus pedagang, sehingga gedung tetap tampak megah.(*)

Baca juga Ombudsman Sebut Tangga Gedung Satu Atap Sempit, Herman HN: Lift Rampung Oktober

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Pemred duajurai.co Juwendra Jadi Panelis Fit and Proper Test Balon Walikota PKS

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemimpin Redaksi (Pemred) duajurai.co Juwendra Asdiansyah menjadi salah satu panelis fit …