Graha Yusticia Institute akan Gelar Diskusi Soal Penyanderaan Wajib Pajak


DIREKTUR Graha Yusticia Institute Defri Julian | dok. Graha Yusticia Institute

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Graha Yusticia Institute akan mengadakan diskusi terfokus bertajuk “Penyanderaan Wajib Pajak Apakah Melanggar HakAsasiManusia (HAM)?” Rencananya, diskusi berlangsung di secretariat Graha Yusticia Institute, Jalan Cempaka Nomor 11 Rawalaut, Bandar Lampung, Jumat mendatang, 30 Agustus 2019, pukul 14.00 WIB.

Ketua Panitia Diskusi Arum Roselinda mengatakan, kegiatan tersebut akan membahas apakah penyanderaan wajib pajak yang tidak membayar pajak dapat dianggap sebagai pelanggaran HAM? Apakah penyanderaan yang ditempatkan di lembaga pemasayarakatan dianggap sebagai pelanggaran HAM? Lalu, bagaimana upaya pencegahan agar tidak terjadi salah orang dalam melakukan penyanderaan wajib pajak?

“Diskusi tersebut akan diikuti mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) dan praktisi hokum,” kata Arum melalui rilis yang diterima duajurai.co, Selasa, 27/8/2019.

Direktur Graha Yusticia Institute Defri Julian menambahkan, diskusi terfokus itu salah satu kegiatan rutin Graha Yusticia Institute, selain penelitian dan pelatihan hukum. Diskusi terfokus dilaksanakan setiap bulan dengantema yang berbeda-beda. Tujuannya, memberikan warna pada dunia hukum Indonesia, khususnya terkait kajian dan analisis hukum pada kehidupan sehari-hari.

GrahaYusticia Institute berdiri sejak 2018. Lembaga itu wadah bagi para praktisi hukum dan mahasiswa hukum untuk mengasah dan mempraktikkan ilmu hokum. Sehingga, pada akhirnya dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Wadah ini bertujuan untuk melatih keterampilan hukum agar para sarjana hukum memiliki ruang untuk melakukan ekplorasi terhadap perkembangan dunia hukum, khususnya di Lampung dan umumnya di Indonesia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Ikat Napi di Pohon, Oknum Sipir Rutan Way Huwi Diperiksa Kemenkumham

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) tengah …