APBN 2020 akan Fokus Penguatan Kualitas SDM Lampung


KONFERENSI pers nengenai RAPBN 2020, Selasa, 27/8/2019. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pada 2020, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) akan memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung.

“2020 merupakan tahun krusial. Sebab, 2020 adalah langkah awal untuk memulai tahapan pembangunan dalam mewujudkan visi jangka panjang Indonesia, yaitu menjadi negara berdaulat, maju, adil, dan makmur. Maka, posisi kami adalah memperkuat daya saing SDM sebagai pijakan pembangunan pada tahap berikutnya,” kata Alfiker Siringoringo, Kakanwil Perbendaharaan Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Lampung, saat konferensi pers di kantornya, Bandar Lampung, Selasa, 27/8/2019.

Dia berharap, Indonesia menjadi negara yang mampu bersaing dan adaptif pada perkembangan zaman. Khususnya, menghadapi revolusi industri 4.0.

“Kebijakan pemerintah akan berfokus pada penguatan kualitas SDM, seperti pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Tujuannya, agar SDM siap berkompetisi dan beradaptasi dengan kemajuan industri dan teknologi,” ujarnya.

Mengenai kinerja APBN 2019 di Provinsi Lampung, target penerimaan sebesar Rp12,59 triliun. Realisasi sampai Agustus sebesar Rp4,47 triliun atau sekitar 35%.

Belanja pegawai memiliki realisasi yang paling tinggi, yaitu 70,8%. Pada sisi lain, penyerapan untuk belanja barang (49,7% ) dan belanja modal (41,41% ) masih harus digenjot.

“Penyerapan anggaran belanja barang yang masih di bawah target disebabkan beberapa pekerjaan vang masih dalam proses lelang. Sedangkan untuk realisasi belanja modal yang rendah lebih diakibatkan oleh pekerjaan tersebut baru mulai dilaksanakan. Sehingga, belum ada permintaan permbayaran, kecuali uang muka,” kata dia.

Untuk belanja transfer daerah 2019, Provinsi Lampung memperoleh alokasi sebesar Rp20,28 triliun. Pagu tersebut lebih besar Rp77 miliar dari pagu tahun sebelumnya. Realisasi Belanja DAK Ffsik baru mencapai 22,85%.

“Hal ini karena bidang yang baru akan disalurkan pada triwulan ini. Selain itu, terdapat 10 dari 223 bidang yang tidak layak salur,” ujar Alfiker.

Pagu dana desa pada 2019 sebanyak Rp2,43 triliun. Tingkat realisasi sampai dengan 16 Juli 2019 sebesar Rp1,45 triliun atau sebesar 59,88%. Sedangkan tingkat realisasi dana kelurahan mencapai 48,78% dari total pagu Rp75,79 miliar dengan jumlah kelurahan sebanyak 205 yang tersebar dalam 12 kabupaten/kota.

“Jika dilihat dari Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) yang terdiri atas 10 indikator, Kanwil Provinsi Lampung memperoleh nilai 93,42 pada Semester I tahun 2019. Namun, masih ditemukan satu indikator yang di bawah target, yaitu Halaman III DIPA dengan nilai 45,12,” ujarnya.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Big Sale Up To 80% PT Transmarco di MBK Tinggal 4 Hari Lagi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – PT Transmarco menggelar bazar bertema “Big Sale Up To 80%” di atrium Mal …