AY Erwin, Tokoh Pilihan Duajurai 2019 Bidang Sastra


GRAFIS Dede Darmawan Saputra | duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Dalam ulang tahun ke lima, duajurai.co kembali memberikan Anugerah Tokoh Pilihan Duajurai. Ini merupakan kali ke tiga pemberian anugerah untuk tokoh-tokoh dengan kiprah luar biasa dan menginspirasi.

Anugerah diberikan pada acara syukuran ulang tahun Duajurai.co ke-5 yang digelar di Kafe Bifaz, Pahoman Bandar Lampung, Minggu malam, 25/8/2019.

Ada satu anugerah khusus dan 5 bidang tokoh pilihan, salah satunya bidang sastra yang diberikan kepada penyair Ahmad Yulden Erwin. Berikut narasi anugerah yang dibacakan oleh Malatisnoh, Kepala Bagian Kredit Komersial Divisi Kredit Bank Lampung.

AHMAD Yulden Erwin menerima plakat Anugerah Tokoh Pilihan Duajurai 2019 Bidang Sastra dari Malatisnoh di Kafe Bifaz, Bandar Lampung, Minggu malam, 25/8/2019 | umar robani/duajurai.co

TOKOH PILIHAN DUAJURAI 2019 BIDANG SASTRA

Sosok ini tak asing di kalangan aktivis dan sastrawan di Lampung, bahkan Indonesia. Ia dikenal dengan sejumlah identitas: budayawan, penyair, aktivis, juga mantan jurnalis.

Dalam khazanah sastra Lampung kontemporer, pria kelahiran 15 Juli 1972 ini merupakan salah satu nama besar yang harus disebut. Mulai menulis sejak 1985, ia telah melahirkan ratusan puisi yang beberapa di antaranya sudah dibukukan dalam puluhan judul.

Sejak 1990-an, puisi-puisinya tersebar di berbagai media, local- nasional, Ia juga menulis opini, esai, filsafat, cerpen, dan novel.
Juara III Lomba Cipta Puisi Islami “IQRA” Tingkat Nasional tahun 1992, juara I Lomba Cipta Puisi Pekan Seni Mahasiswa Nasional ke-III tahun 1995, dan juara II Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional oleh Direktorat Kesenian 2006, hanyalah sebagian kecil dari prestasi gemilangnya di ajang sastra nasional.

Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Lampung ini penyair yang cerdas. Bahkan sangat cerdas. Pengetahuannya sangat luas, penguasaan teorinya mendalam. Dia paham semua aliran dan bentuk-bentuk puisi. Baginya, menulis puisi itu sains. Bukan Cuma seni, puisi pun ada ilmunya.

Setelah 1999, ia sempat berhenti memublikasikan puisi-puisinya karena aktif di gerakan antikorupsi dan menjelma sebagai aktivis papan atas bersama Komite Antikorupsi yang dibentuknya.

Cukup lama menepi, mulai 2012, ia kembali menekuni sastra, juga menulis untuk berbagai koran. Oktober 2013, ia diundang membaca puisi dan menjadi narasumber diskusi kritik sastra pada Biennale Sastra Internasional di Salihara, Jakarta.

Pada 2014 kumpulan puisinya “Perawi Tanpa Rumah” mendapat rekomendasi sebagai Buku Puisi Terbaik 2013 oleh majalah Tempo. Tahun yang sama, narasi puitiknya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, diterbitkan di Belanda bersama karya 20 sastrawan dari berbagai negara dalam buku “The Empty Place”.

Pada 2018 ia menerbitkan tiga buku kumpulan puisi Hara Semua Kata, Perawi Tanpa Rumah, dan Perawi Rempah. Buku Perawi Rempah bahkan masuk nominasi Kusala Sastra Khatulistiwa ke-18 tahun 2018.

Terkini, ia menyiapkan buku “Studi tentang Dua Buah Pir”, kumpulan 300 puisi terjemahan karya 15 penyair modern dunia.

September 2018, tak lama setelah peluncuran 3 buku puisinya di Bandung, ia terserang stroke. Beberapa kali dirawat di rumah sakit, ia berada di titik terlemah. Ia sempat lumpuh. Bahkan untuk sekadar buang air, ia tak mampu ke toilet sendiri.

Namun, dengan dukungan orang-orang terdekat, dengan luar biasa ia berjuang hingga akhirnya mampu melewati masa kritis. “Sakit itu harus dilawan, harus semangat. Cari hal yang bikin semangat, cari motivasi. Bangun, bangkit. Kerja, jangan diam,” katanya.

Hadirin sekalian, atas karya, pemikiran, dan dedikasi luar biasa untuk dunia sastra Lampung, Anugerah Tokoh Pilihan duajurai.co Tahun 2019 bidang Sastra diberikan kepada….Ahmad Yulden Erwin.(disarikan dari berbagai sumber)


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Pelantikan Presiden, Polresta Bandar Lampung Perketat Keamanan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandar Lampung memperketat keamanan menjelang pelantikan presiden dan wakil …