Gubernur Arinal: Festival Krakatau Ajang Bangkitkan Pariwisata Lampung


Pembukaan Lampung Krakatau Festival (LKF) ke-29 tahun 2019 di Lapangan Korem 043/Gatam, Enggal, Bandar Lampung, Jumat malam, 23/8/2019 | Humas Pemprov Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi membuka Lampung Krakatau Festival (LKF) ke-29 tahun 2019. Acara berlangsung di Lapangan Korem 043/Gatam, Enggal, Bandar Lampung, Jumat malam, 23/8/2019.

Acara pembukaan itu ditandai penabuhan alat musik tradisional Lampung yakni cetik oleh Gubernur Arinal bersama Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, perwakilan Kementerian Pariwisata dan anggota Forkopimda Provinsi Lampung.

“Kegiatan ini sebagai Iangkah awal untuk mempromosikan kepariwisataan yang dimiliki Provinsi Lampung. Untuk itu, saya mengharapkan, Lampung Krakatau Festival ini, hendaknya dapat kita jadikan sebagai momentum untuk membangkitkan dan mengangkat kepariwisataan di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung,” ujar Arinal seperti termuat dalam rilis yang diterima duajurai.co Sabtu pagi, 24/8/2019.

Arinal mengatakan penyelanggaraan LKF 2019 ini merupakan perhelatan kebudayaan, pariwisata dan ekonomi kreatif kabupaten/kota se-Provinsi Lampung dan sebagai wadah mempromosikan pariwisata Lampung, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“LKF merupakan salah satu event kepariwisataan Provinsi Lampung yang dilaksanakan secara berkala setiap tahun dan sekaligus merupakan event kepariwisataan nasional yang masuk dalam 100 kalender event nasional,” katanya.

Target yang ingin dicapai dari rangkaian kegiatan ini adalah, bagaimana peningkatan peranan budaya daerah dalam pengembangan kepariwisataan di Provinsi Lampung serta meningkatkan peranan pariwisata dalam pengembangan perekonomian daerah dan nasional.

“Kita ingin juga sekaligus menunjang keberhasilan visi dan misi Provinsi Lampung, khususnya dalam rangka mendukung program-program unggulan pembangunan daerah menuju Rakyat Lampung Berjaya,” ujarnya.

Selain itu, sambung Arinal, perhelatan akbar ini juga merupakan salah satu dari 33 janji dirinya bersama Wakil Gubernur yaitu Lampung Kaya Festival.

“Kami akan menjadikan budaya dan kekayaan alam Lampung sebagai daya tarik festival untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, melalui pengembangan ekonomi kreatif, merawat kebudayaan lokal dan mengembangkan kesenian serta mendukung meningkatnya kunjungan wisatawan,” katanya.

Arinal menyebutkan, Provinsi Lampung memiliki potensi yang sangat luar biasa. Dari posisi yang sangat strategis yang merupakan penghubung Pulau Sumatera dan Pulau Jawa, sampai potensi sumber daya alam yang melimpah.

“Selain itu Provinsi Lampung merupakan penghasil beberapa komoditas utama di tingkat nasional,” katanya.

Arinal berharap agar event LKF 2019 ini mendapat tempat dan dukungan masyarakat bukan hanya masyarakat pariwisata, tetapi juga seluruh komponen masyarakat Lampung.

“Seluruh dinas atau instansi dan swasta agar mendukung sepenuhnya perkembangan dunia kepariwisataan di daerah Lampung yang kita cintai ini dan kepariwisataan nasional pada umumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Bidang Management Calendar Of Events Kemenpar, Esthy Reko Astuti mengatakan LKF ini sendiri sudah dua kali masuk dalam di calender of event wonderful.

Esthy mengapresiasi Provinsi Lampung yang selalu mengalami peningkatan pertumbuhan kunjungan wisatawan. “Dari sisi kunjungan wisatanya, Lampung termasuk salah satu dari tiga Provinsi yang pertumbuhannya cukup tinggi,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Qodratul Ikhwan sebelumnya mengatakan bahwa target kunjungan wisatawan dengan adanya LKF tahun 2019 ini, akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kita harap ada peningkatannya, tahun kemarin ada 20 ribu yang datang ke Lampung, target tahun ini 25 ribu wisatawan,” kata Qudrotul.

Pada acara pembukaan tersebut, ada pemberian plakat dan piagam penghargaan bagi para pemenang Lomba Cipta Puisi tingkat nasional pada ajang Krakatau Award 2019 yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Untuk juara pertama diraih oleh Eko Ragil Arrahman dari Provinsi Riau dengan karya berjudul “Swara Masnuna”. Kemudian juara kedua, yakni Marhalim Zaini dari Provinsi Riau dengan karya berjudul “Sajak Mekhanai kepada Muli”, serta untuk posisi juara ketiga yakni Budi Saputra dari Provinsi Sumatera Barat, dengan karya berjudul “Syair Lampung Sakti”.

Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada Mitra Grab tahun 2019 dimana ada dua mitra Grab yang sudah menunjukkan performanya selama tahun 2019 ini, yakni untuk Grab Car diberikan kepada Gilang Tri Saputra dan Grab Bike diberikan kepada Asep Saipullah. Acara semakin meriah dengan penampilan artis ibu kota yakni Kikan Namara.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Malam Ini, KPID Lampung Beri Penghargaan Bagi Insan Penyiaran

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Lampung kembali menggelar KPID Lampung Award …