Kemaritiman Berkembang Pesat, Itera Didorong Bentuk Maritime Center 


REKTOR Itera Ofyar Z Tamin saat Expert Workshop di Aula Gedung C kampus setempat, Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis, 22/8/2019. | Humas Itera

JATIAGUNG, duajurai.co – Indonesian Maritime Center (IMC) Universitas Indonesia (UI) mendorong Institut Teknologi Sumatera (Itera) untuk membentuk maritime center. Pasalnya, dunia maritim kian berkembang pesat.

Hal itu disampaikan Ketua IMC UI Dr Sunaryo saat Maritime Expert Workshop di Aula Gedung C Kampus Itera, Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis, 22/8/2019. Workshop tersebut melibatkan sebanyak 290 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, peneliti serta peserta umum.

“Penelitian yang melibatkan generasi muda kini mengacu pada revolusi industri 4.0. misal, pembuatan kapal laut tanpa awak, dan mengatasi permasalahan sampah di lautan yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi,” kata Sunaryo, seperti dikutip dari laman Itera.

Kepala Divisi Pendidikan IMC UI Tri Tjahjono menyatakan, berberapa daerah di Indonesia berpotensi mengembangkan industri maritim. Salah satunya adalah Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Sehingga, peran Itera dibutuhkan dalam pengembangan kemaritiman Sumatra.

Itera perlu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) ahli dengan skill sesuai kebutuhan industri maritim modern. Sebab, industri maritim dunia saat ini, telah memanfaatkan berbagai teknologi canggih dan membutuhkan SDM terampil.

“Saatnya Sumatra dan Itera sebagai perguruan tinggi melihat potensi terbaiknya. Jangan mengulang kesalahan yang terjadi di Pulau Jawa,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut Rektor Itera Ofyar Z Tamin tak memungkiri bahwa sektor maritim di Pulau Sumetra perlu dikembangkan. Sebab, posisi Sumatra terbilang strategis dalam jalur maritim dunia. Sehingga, sebagai institut teknologi yang lahir untuk memenuhi kebutuhan Sumatra, Itera melalui para mahasiswa dan dosen diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar langsung dari para pakar kemaritiman dunia guna menjawab permasalahan maritim di Sumatra.

“Para peneliti luar negeri, biasanya sudah melakukan riset untuk memecahkan masalah yang akan hadir 20 tahun mendatang. Sehingga, sebaiknya kami lekas belajar dan meniru metode mereka untuk dapat diimplemntasikan,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

STIT Tanggamus Gandeng Universiti Malaysia Perlis dan Fatoni University Thailand

GISTING, duajurai.co – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tanggamus melakukan krjasama dengan perguruan tinggi luar …