Kebijakan Satu Data, Pemprov-BPS Lampung Kumpulkan Data Perkebunan


ASISTEN Bidang Ekonomi dan Pembangunan Lampung Taufik Hidayat saat Workshop Perusahaan Perkebunan di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Selasa, 13/8/2019. | Humas Pemprov Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pengumpulan data perkebunan. Langkah tersebut guna meningkatkan kualitas statistik perkebunan secara akurat dan lengkap, serta memberikan data secara tepat waktu.

Hal itu disampaikan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Lampung Taufik Hidayat saat membuka Workshop Perusahaan Perkebunan. Lokakarya tersebut berlangsung di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Selasa, 13/8/2019.

Dia mengatakan, perkebunan merupakan salah satu subkategori pertanian yang memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Lampung. Pada 2018, perkebunan menyumbang kontribusi sebesar 5,98% dari total kontribusi kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menyumbang 30% dari PDRB Provinsi Lampung.

“Untuk itu, Pemprov Lampung mengimbau pihak perusahaan perkebunan untuk senantiasa mendukung upaya pengumpulan dan penyajian data statistik perkebunan dengan baik, dan dapat menjalin kerja sama dengan pihak pengumpul data dalam hal ini BPS,” ujarnya.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPS Lampung Risma Pijayantini menyatakan, kebijakan satu data yang didengungkan Presiden Jokowi bukan main-main. BPS telah ditunjuk sebagai satu-satunya rujukan statistik di Indonesia.

“Sinergi antar-stakeholder merupakan energi menuju satu data perkebunan. Dengan teknologi dan kolaborasi bersama harapannya kami sepakat untuk bisa memberikan data terkini kepada pemerintah,” kata dia.

Menurutnya, dengan memiliki satu data, maka pemerintah bisa memperoleh informasi fenomena kekinian sehingga dapat cepat mengantisipasinya.

“Dahulu model data tahunan 2018 baru cepat akan tersaji Bulan Juli tahun berikutnya. Dengan satu data, maka kami bisa memberikan informasi pendataan perkebunan terbaru di Indonesia. Sistem ini berawal dari dinamika kebutuhan data, cara mengolah data tahunan sudah tak antisipasif. Kami diminta untuk inovasi dan responsif,” ujar Risma.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Pelantikan Presiden, Nanang Ermanto Minta Masyarakat Lamsel Jaga Kekondusifan

WAY PANJI, duajurai.co – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto meminta camat, …