Tenggat Saidatul Fitriah Award Seminggu Lagi, AJI Imbau Jurnalis Segera Kirim Karya


PENGUMUMAN peraih Penghargaan Saidatul Fitriah pada acara puncak HUT ke-24 AJI di Kafe Clary’s Hotel Andalas, Enggal, Kota Bandar Lampung, Minggu, 9/9/2018. | Hendry Sihaloho/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandar Lampung mengimbau media massa dan jurnalis segera mengirimkan karya untuk Penghargaan Saidatul Fitriah. Pasalnya, tenggat pengiriman karya tinggal satu minggu lagi, yakni 17 Agustus mendatang.

“Ayo teman-teman wartawan segera kirim karya terbaik kalian. Batas waktu untuk mengirimkan karya jurnalistik tidak lama lagi,” kata Faiza Ukhti Annisa, Ketua Pelaksana HUT ke-25 AJI, melalui siaran pers, Minggu, 11/8/2019.

Dia mengatakan, pihaknya mengadakan Saidatul Fitriah Award sejak 2008. Pemberian penghargaan tersebut untuk memeriahkan HUT AJI. Saidatul Fitriah diberikan kepada jurnalis dengan karya jurnalistik yang berdampak secara positif terhadap kehidupan demokrasi.

“Peraih Penghargaan Saidatul Fitriah akan diumumkan pada acara puncak HUT ke-25 AJI, Sabtu mendatang, 24 Agustus 2019. Kami mengharapkan para jurnalis segera kirim karya,” ujarnya.

Untuk persyaratan karya, lanjut dia, peserta merupakan jurnalis media cetak, online, radio dan televisi. Mereka yang ingin berpartisipasi wajib mengirimkan karya jurnalistik yang telah dimuat media masing-masing. Karya yang diterbitkan mulai Agustus 2018 hingga Agustus 2019.

“Jurnalis harus mengirimkan bukti tayang karya (pdf), atau link berita dan tulisan dalam soft file (ms word). Karya dikirim melalui email ke: awardsaidatul@gmail.com cc sekretajilpg@gmail.com. Pengiriman karya bisa diwakilkan perusahaan media, atau perorangan,” kata dia.

Saidatul Fitriah adalah pewarta foto pada Surat Kabar Mahasiswa Teknokra Universitas Lampung (Unila). Dia meninggal dunia pada 3 Oktober 1999. Mahasiswi Jurusan Bahasa Inggris, FKIP, Unila, itu terluka berat di bagian kepala saat meliput bentrokan aparat dengan ribuan mahasiswa, yang kemudian dikenal sebagai peristiwa ‘UBL Berdarah’ atau ‘Tragedi UBL’. Saidatul adalah martir sekaligus pahlawan bagi jurnalisme dan demokrasi di Lampung. Dia adalah jurnalis pertama dan semoga yang terakhir di Lampung yang gugur dalam tugasnya.(*)

Baca juga Rayakan HUT, AJI Bandar Lampung Beri Saidatul Fitriah-Kamaroeddin Award 2019


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …