Lebaran Haji Ini, PWNU Lampung dan Masjid Latansa Kemiling Gunakan Besek untuk Daging Kurban


DIKI Aryanto, pengurus DKM Latansa dan besek-besek untuk wadah daginng kurban | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Imbauan untuk tidak menggunakan plastik atau kantong plastik sebagai bungkus daging kurban, mulai direspons para penyelenggara pemotongan hewan kurban. Kini, besek menjadi alternatif populer sebagai wadah pengganti kantong plastik.

Di antara penyelenggara pemotongan hewan kurban yang memastikan menggunakan besek adalah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung. Wakil Sekretaris PWNU Lampung Maskut Candranegara menerangkan, Idul Adha tahun ini, pihaknya akan memotong lima ekor sapi kurban.

“Rapat pengurus sepakat, mulai tahun ini menggunakan besek untuk wadah daging kurban. Kantong plastik selain tidak ramah lingkungan, juga tak baik bagi kesehatan,” tutur Maskut yang juga bertindak sebagai ketua panitia pemotongan hewan kurban PWNU Lampung 1440 Hijriah.

Komitmen untuk menggunakan besek sebagai pengganti kantong plastik juga disampaikan pengurus Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) Latansa, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung.

Insya Allah mulai lebaran haji ini, Masjid Latansa menggunakan besek untuk wadah daging kurban,” kata Ketua DKM Latansa Ichwan Adji Wibowo kepada duajurai.co, Sabtu, 10/8/2019,

Menurut Ichwan Adji, penggunaan besek sudah dibicarakan dengan pengurus DKM dan jemaah masjid yang berlokasi di Jalan Bukit Raya Lestari Blok D7, Perumahan Wana Asri, Kelurahan Beringin Raya tersebut.

Alhamdulillah, pengurus dan jemaah setuju tidak lagi menggunakan kantong plastik dan menggantinya dengan besek sebagai wadah daging kurban untuk dibagikan kepada masyarakat,” beber pria yang juga menjabat Camat Telukbetung Selatan ini.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung menyarankan agar bungkus daging kurban tidak terbuat dari plastik. Alasannya, plastik daur ulang memiliki residual tertentu yang akan terlepas saat digunakan untuk makanan yang panas, berminyak, berlemak, dan mengandung alkohol.

“Walaupun tidak banyak, daging kurban mengandung lemak,” kata dr Asih Hendrastuti, Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Lampung, Rabu, 24/7/2019.

Pantauan duajurai.co, besek bisa diperoleh di berbagai pasar tradisional di Bandar Lampung. Wadah berbahan baku bambu tersebut juga banyak dijual di kios-kios burung.

Harga besek beragam. Di kios burung, rata-rata dijual seharga Rp3.000-Rp4.000 per pasang. Sedangkan di pasar tradisional, harga besek lebih murah, yakni Rp2.500 per pasang.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Baru Dilantik, Agus Djumadi Awasi Perbaikan Jalan di Gunung Terang Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sehari setelah dilantik menjadi anggota DPRD Bandar Lampung, Agus Djumadi langsung …