Buku “Pengabdian Itu Tak Terbatas Muchlas Ermanto Bastari” Diluncurkan


MUCHLAS Ermanto Bastari (kiri) dan Isbedy Stiawan (kanan) saat peluncuran buku “Pengabdian Itu Tak Terbatas Muchlas Ermanto Bastari” di Ruang Fraksi PKD DPRD Bandar Lampung, Kamis, 8/8/2019. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Buku “Pengabdian Itu Tak Terbatas Muchlas Ermanto Bastari” diluncurkan di Ruang Fraksi PKS DPRD Kota Bandar Lampung, Kamis, 8/8/2019. Buku yang bercerita tentang Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bandar Lampung Muchlas Ermanto Bastari itu disusun oleh Isbedy Stiawan ZS dan Iberahim Bastari, dan diterbitkan oleh Siger Publisher.

Isbedy mengatakan, pembuatan buku itu diawali pada 3 Mei 2019. Waktu itu, dia membaca status akun Facebook Muchlas yang menulis keikhlasannya kalah pada Pileg 2019. Menurut Isbedy, itu merupakan sikap ksatria yang patut dicontoh. Dia berharap, sikap demikian terus dipertahankan dalam berpolitik.

“Kenapa saya pakai judul itu? Karena saya pikir pengabdian itu bukan hanya di gedung dewan , tetapi pengabdian bisa di mana saja. Di manapun tidak terbatas pengabdian seseorang,” kata dia.

Buku tersebut memuat sebuah catatan Muchlas berjudul “Datang Tampak Muka, Pergi Tampak Punggung”. Juga memuat dokumentasi beberapa pemberitaan media yang berkaitan dengan kinerja Muchlas selama lima tahun di DPRD Bandar Lampung.

Kemudian, memuat beberapa testimoni tentang sosok Mukhlas oleh rekan sesama anggota dewan, PKS Bandar Lampung, staf DPRD Kota Bandar Lampung, jurnalis, kepala dinas perhubungan, dan lain-lain. Selain itu, tulisan tatapan keluarga terhadap Muchlas, galeri foto-foto Mukhlas selama menjabat, dan tulisan semi biografi Muchlas yang ditulis oleh Isbedy.

“Saya merasa terpanggil. Saya ingin nelihat mukhlas lebih dekat. Maka lahirlah, tulisan semi biografi pada halaman terakhir buku ini,” ujarnya.

Muchlas mengatakan, banyak yang merespons isi status akun Facebook-nya pada 3 Mei 2019. Beberapa temannya di Facebook merasa sedih karena Muchlas tidak terpilih lagi. Beberapa lagi merasa terharu atas sikap Muchlas yang legowo.

“Buku ini bukan untuk ria. Tujuannya, menjadi sebuah cerita kilas balik perjalanan anggota dewan. Ini sebagai bentuk penghargaan saya terhadap jabatan saya. Allah kasih saya kesempatan menjabat selama lima tahun ini harus saya hargai,” kata Muchlas.

Hadir juga dalam kegiatan itu Direktur Lamban Sastra Agus Rin Wirawan. Dia turut menyampaikan apresiasinya atas penerbitan buku itu.

“Ini akan menambah koleksi buku kami, dan memperluas khazanah tulisan di Lampung,” ujarnya.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Penggiat Seni Marga Telukbetung Anjang Silau ke Teluk Semaka Tanggamus

KOTA AGUNG, duajurai.co – Penggiat seni Bandar Lampung marga Telukbetung anjang silau (kunjungan) ke Teluk …