Sempat Menginap di Pemprov Lampung, Para Pengungsi Gempa Kembali ke Rumah


SAMPAH berserakan di kompleks Pemprov Lampung, Sabtu, 3/8/2019. Semalam, sedikitnya ratusan warga mengungsi ke sana saat terjadi gempa bumi berpotensi tsunami. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sedikitnya ratusan warga kawasan pesisir mengungsi ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung saat terjadi gempa bumi berpotensi tsunami, kemarin. Setelah peringatan bahaya tsunami dicabut oleh BMKG, warga berangsur kembali ke rumah masing-masing.

Namun, sebagian warga yang rumahnya relatif jauh memilih menginap di Ruang Abung Balai Keratun, kompleks Pemprov Lampung. Kurang lebih 32 orang yang menginap di sana.

“Mereka berasal dari Pulau Pasaran sebanyak tujuh orang, Gudang Lelang delapan orang, dan warga Umbul Asem 17 orang,” kata Suhartono, anggota Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung yang piket di Balai Keratun, Sabtu, 3/8/2019.

Dia mengatakan, para pengungsi yang terdiri dari anak-anak dan orang dewasa itu baru pulang ke rumah masing-masing pada pagi hari. Sebagian dari pengungsi telah pulang pada dini hari.

Pantauan duajurai.co, sampah tampak berserakan di sekitaran pintu masuk/gerbang Pemprov Lampung. Sampah berupa bekas bungkus nasi, plastik bekas makan, dan bungkus air mineral. Hari ini, aparatur sipil negara (ASN) dan petugas kebersihan pemprov libur, sehingga sampah masih berserakan hingga siang tadi.

Wilayah Lampung digetarkan gempa bumi pada Jumat, 2/8/2019, sekitar pukul 19.03 WIB. BMKG menyatakan, gempa berkekuatan 7,4 skala richter (SR) itu berpotensi tsunami. Bahkan, sejumlah wilayah di Lampung, terutama kawasan pesisir, berstatus waspada.(*)

Baca juga Datangi Pemprov, Herman HN Bagikan Roti kepada Pengungsi Gempa

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Nanang Ermanto: Estimasi Anggaran Pendapatan Daerah Lamsel 2020 Rp 2,3 Triliun

KALIANDA, duajurai.co – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto menyampaikan nota keuangan Rancangan …