Arinal Djunaidi Luncurkan Kapal Pembersih Sampah KM Telok Betong


GUBERNUR Lampung Arinal Djunaidi meluncurkan kapal pembersih sampah KM Telok Betong, Rabu, 31/7/2019. Kapal pembersih sampah mampu menampung sampah 5 ton untuk sekali angkut. | Humas Pemprov Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meluncurkan kapal pembersih sampah KM Telok Betong dalam rangka pencanangan laut bersih dan mewujudkan tata kelola sampah yang baik. Sekaligus sebagai upaya pembentukan energi terbarukan.

“Provinsi Lampung kaya akan berbagai potensi sumber daya alamnya. Tentunya hal ini harus didukung dengan pengelolaan sampah yang baik, mulai dari hulu ke hilir. Sehingga, terwujud tata kelola sampah yang baik dan sekaligus sebagai upaya pembentukan energi terbarukan,” kata Arinal melalui rilis dari Humas Pemprov Lampung, Rabu, 31/7/2019.

Dia mengatakan, pengelolaan sampah harus berwawasan lingkungan. Sehingga, berpengaruh terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesehatan. Karena itu, sudah kewajiban bersama untuk memberikan perhatian khusus terkait pengelolaan sampah mulai dari hulu ke hilir.

“Kami akan melakukan pengelolaan sampah dengan menerapkan sistem 3R (reduce, reuse, dan recycle), sekaligus untuk membentuk energi terbarukan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Arinal mengapresiasi KSOP Panjang dan IPC Panjang yang telah menyediakan kapal KM Telok Betong guna mengelola sampah di laut. Dia berharap, pemerintah kabupaten/kota di Lampung dapat mencontoh langkah itu.

“Bupati Pesawaran dan Lampung Selatan, serta wali kota Bandar Lampung dapat bersama-sama menjaga lingkungan, terutama di kawasan laut. Caranya, dengan membuat peraturan daerah terkait larangan pembuangan dan pengelolaan sampah. Pemprov Lampung juga akan turut membuat perda terkait hal ini,” kata dia.

GM IPC Panjang Drajat Sulistyo mengatakan, program laut bersih akan dimulai sejak hari ini (kemarin) dengan menyediakan kapal pembersih sampah untuk membersihkan sampah di laut. Kapal pembersih sampah mampu menampung sampah 5 ton untuk sekali angkut. Ketika sampah diangkut menuju daratan, maka harus tersedia tempat penampungan akhir. Sehingga, tidak terjadi penumpukan sampah di darat.

“Kami harap pemerintah daerah mendukung dengan membuat perda terkait larangan membuang sampah sembarangan,” ujarnya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Junaidi Auly Minta Penyelesaian Konkret Soal Dampak Ekonomi Kebakaran Hutan

JAKARTA, duajurai.co – Anggota Komisi XI DPR RI Junaidi Auly meminta pemerintah segera mengambil langkah …