Sidang Pelecehan Seksual, Pengacara Oknum Dosen UIN Raden Intan Tuding Penyintas Berbohong


Muhammad Suhendra, kuasa hukum oknum dosen UIN Raden Intan, diwawancarai usai sidang pelecehan seksual di PN Tanjungkarang, Selasa, 23/7/2019. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Muhammad Suhendra, kuasa hukum oknum dosen UIN Raden Intan, menuding EP, penyintas pelecehan seksual, berbohong. Hal itu terkait pembentukan tim pencari fakta dalam penyelesaian kasus tersebut.

“Korban mengatakan tidak ada tim pencari fakta dan tidak pernah dipanggil. Sedangkan keterangan tim pencari fakta telah melakukan pemanggilan terhadap korban sebanyak dua kali. Tapi, korban cenderung melakukan kebohongan dengan mengatakan sedang di Kotabumi, padahal lagi di Bandar Lampung. Hasil temuan tim pencari fakta itu akan menjadi salah satu bukti dari kami,” kata Suhendra, pengacara SH (oknum dosen), usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Bandar Lampung, Selasa, 23/7/2019.

Kemudian, lanjutnya, penyintas menyebut terdakwa sering melakukan perbuatan asusila atau genit. Hal ini tentu perlu pembuktian, baik itu alat bukti maupun saksi.

“Kami akan menghadirkan saksi-saksi yang menyatakan bahwa apa yang dilakukan korban itu adalah kebiasaan terdakwa yang biasa dilakukan di depan umum,” ujarnya.

Selain itu, dia menilai keterangan penyintas terkesan janggal. Sebab, penyintas mampu berteriak, namun tidak dilakukan. Kemudian, penyintas bisa membawa saksi saat menghadap terdakwa, tetapi tidak dilakukan.

“Kami sebagai penasihat hukum akan memastikan terlebih dahulu apakah peristiwa itu ada atau tidak. Bila ada, maka kami akan memastikan apakah benar perbuatan terdakwa itu merupakan tindak pidana,” kata dia.

Mengenai para saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum, pihaknya akan melakukan ujian. Hal tersebut untuk mengetahui apakah memenuhi syarat sah seorang saksi. Sehingga, keterangannya menjadi pertimbangan hukum dan fakta persidangan.

“Makanya, kami masih menunggu saksi mana yang menerangkan adanya peristiwa itu. Tadi, baru mendengarkan keterangan saksi korban. Sementara saksi-saksi lainnya diagendakan pekan depan, karena waktunya tadi tidak memungkinkan,” kata Suhendra.(*)

Baca juga Pelecehan Seksual Oknum Dosen UIN Raden Intan, Kuasa Hukum Siapkan 9 Saksi

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Peluru Kenai Mahasiswa UBL, Pemilik Senpi Anggota Polres Lampung Selatan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Insiden senjata api (senpi) meletus di Kampus Universitas Bandar Lampung (UBL) melibatkan …