Usai Demo, Warga Harap Bisa Tetap Tinggal di Hutan Kota Bandar Lampung


SALAH satu kedai di kawasan hutan kota di Jalan Soekarno-Hatta, By Pass, Way Halim, Bandar Lampung, Sabtu, 20/7/2019. Warung tersebut terkena pemagaran tembok oleh PT Hasil Karya Kita Bersama (PT HKKB) selaku pemilik hak guna bangunan. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Aksi demonstrasi warga di kawasan hutan kota mendapat respons dari Pemkot Bandar Lampung. Mereka berharap bisa tetap tinggal di kawasan tersebut.

“Mudah-mudahan hasilnya nanti sesuai harapan kami,” kata Agus Cahyo, warga setempat, kepada duajurai.co di kediamannya, Sabtu, 20/7/2019.

Hal senada disampaikan Jumadi, warga lainnya. Dia berharap masalah tersebut bisa segera selesai. Terlebih, pagar tembok yang dibangun menutup akses warga.

“Yang penting itu warga dapat akses jalan, terlebih rata-rata warga punya usaha,” ujarnya.

Puluhan warga berunjuk rasa di halaman Pemkot Bandar Lampung, Rabu lalu, 17 Juli 2019. Mereka meminta pemerintah setempat menengahi persoalan pemagaran di kawasan hutan kota. Menanggapi hal itu, Asisten I Pemkot Bandar Lampung Sukarma Wijaya berjanji meninjau lokasi pemagaran, Senin depan, 22 Juli mendatang.(*)

Baca juga Didemo Warga, Pemkot Bandar Lampung akan Tinjau Lokasi Pemagaran Hutan Kota

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Warga Gedung Pakuon-Pesawahan Buang Limbah Tinja ke Kali-Parit, Septic Tank Komunal Jadi Solusi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Lurah Gedung Pakuon Musa Shaleh menyatakan bahwa di wilayahnya terdapat 329 kepala keluarga …