Diskusi RPJMD Lampung di Itera Tekankan Pengembangan Infrastruktur


FGD ihwal Provinsi Lampung 2019-2024 di Itera, Lampung Selatan, Jumat, 19/7/2019. | Humas Itera

LAMPUNG SELATAN, duajurai.co – Institut Teknologi Sumatera (Itera) menjadi tuan rumah focus group discussion (FGD) dalam rangka penyempurnaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Lampung 2019-2024. Diskusi yang difasilitasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung tersebut membahas misi keempat Provinsi Lampung, yaitu mengembangkan infrastruktur guna meningkatkan efesiensi produksi dan konektivitas wilayah, dan misi keenam, yakni mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan untuk kesejahteraan bersama.

Gubernur Lampung melalui Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Taufik Hidayat mengatakan, sebelum FGD, pemerintah setempat telah menggelar konsultasi publik terkait penyusunan RPJMD pada 4 Juli lalu. Pemprov Lampung terus menyempurnakan dengan memperhatikan masukan dari berbagai stakeholder sebagai wujud pelaksanaan asas partisipatif.

“Dalam waktu dekat akan dilakukan pembahasan dan kesepakatan dengan DPRD Provinsi Lampung dan konsultasi Kemendagri terkait RPJMD. Selanjutnya, awal Agustus akan diadakan musrenbang RPJMD dengan mengundang seluruh pemangku kepentingan, dan ditargetkan selesai akhir Agustus,” kata Taufik melalui siaran pers dari Humas Itera, Jumat, 19/7/2019.

Pada awal sesi diskusi, Kepala Bappeda Lampung Herlina Warganegara menyampaikan sejumlah permasalahan terkait bidang infrastruktur. Beberapa di antaranya kondisi kemantapan jalan yang baru mencapai 77,23 %, akses air minum layak yang masih di angka 56,78%, masih adanya sekitar 1.371,03 hektare permukiman kumuh, dan tingginya tingkat kerusakan hutan di Lampung.

“Penyusunan RPJMD tetap mengacu pada Rancana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Provinsi Lampung yang secara garis besar dijabarkan bahwa arah pengembangan beberapa wilayah, yakni di daerah Lampung bagian timur sebagai zona perindustrian, tengah untuk penyangga ketahanan pangan, dan barat sebagai kawasan pariwisata,” ujarnya.

Sementara, Rektor Itera Ofyar Z Tamin pada sesi tanggapan menyampaikan bahwa Provinsi Lampung saat ini tengah mendapatkan berkah infrastruktur trasnportasi yang perlu disambut cepat oleh pemerintah daerah. Menurutnya, saat ini, infrastruktur bidang trasnportasi di Lampung sangat lengkap. Mulai dari Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), memiliki empat bandar udara, pelabuhan dan tol laut, hingga rencana pembangunan jaringan kereta api lintas Sumatra.

Ofyar memandang, perlu integrasi antara infrastruktur trasnportasi yang telah ada dengan jalur-jalur transportasi di kabupaten/kota di Lampung, baik untuk kebutuhan industri dan distribusi logistik. Juga untuk jalur penghubung potensi wisata di beberapa wilayah Lampung.

“Jalan tol tidak bisa menyelesaikan permasalahan Lampung. Perlu integrasi yang tepat bagaimana jaringan jalan kabupaten/kota bisa sampai ke tol. Ini yang perlu dilakukan bersama-sama antara provinsi, kabupaten, dan kota,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Diisi Ustazah Nabila Zainuri, Ribuan Orang Hadiri Maulid Nabi di Merbau Mataram

MERBAU MATARAM, duajurai.co – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto menghadiri peringatan Maulid …