FGD MPR-FH Unila, Penegakan Hukum Tak Bisa Dilepaskan dari Aspek Politik


FGD “Pola Penegakan Hukum dalam Sistem Peradilan Guna Menegakkan Hukum dan Keadilan” dan kegiatan “Konsolidasi Aparatur Penegakan Hukum dalam Sistem Peradilan” di lantai II Hotel Horison, Bandar Lampung, Kamis, 18/7/2019. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Masyarakat belum merasakan penegakan hukum yang berkeadilan. Publik masih melihat penegakan hukum tidak bisa dilepaskan dari aspek politik, kekuasaan, dan lain-lain.

Demikian terungkap dalam focus group discussion (FGD) dengan tema “Pola Penegakan Hukum dalam Sistem Peradilan Guna Menegakkan Hukum dan Keadilan” dan kegiatan “Konsolidasi Aparatur Penegakan Hukum dalam Sistem Peradilan.” Kegiatan yang digelar Lembaga Pengkajian MPR bersama Fakultas Hukum Universitas Lampung (FH Unila) itu berlangsung di lantai II Hotel Horison, Bandar Lampung, Kamis, 18/7/2019.

“Pada umumnya mereka (masyarakat) melihat bahwa persoalan penegakan hukum belum selesai. Karena itu, kami mesti mencari solusi yang terbaik,” kata Ppimpinan Lembaga Pengkajian MPR Rully Chairul Azwar.

Dia mengatakan, saat ini, hukum di Indonesia belum sepenuhnya menjadi hakim. Padahal, dalam Pasal 1 ayat (3) UUD 1945 disebutkan bahwa Indonesia adalah negara hukum. Artinya, bersamaan dengan perubahan pasal 1 ayat (2), ihwal kedaulatan rakyat di tangan UUD. Sehingga, konstitusi merupakan pemegang tertinggi, bukan lagi MPR.

“Atas dua ayat ini, kami menempatkan hukum menjadi hakim tertinggi dalam kekuasaan,” ujarnya.

Atas dasar itu, pihaknya masih melihat lagi penjabaran dalam Pasal 24 ayat (1) UUD 1945. Pasal tersebut menyebut bahwa kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan.

“Penegakan hukum yang berkeadilan belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat. Itu adalah sesuatu yang harus dilihat, maka kami kaji ini,” kata dia.(*)

Baca juga MPR-FH Unila Gelar FGD Pola Penegakan Hukum dalam Sistem Peradilan

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Soal Tertembaknya Mahasiswa UBL, Polda Lampung Tepis Kabar Transaksi Senjata

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menepis kabar transaksi senjata dalam peristiwa tertembaknya Rahmat Heryanto, …