Pengelolaan Lumpur Tinja, YKWS Gelar Pelatihan Kajian Teknis Cepat di Pringsewu


BUPATI Pringsewu H Sujadi Saddat (pakai peci) foto bersama dengan penggiat sanitas pada pelatihan kajian teknis cepat Hotel Regency, Senin, 15/7/2019. | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) mengadakan pelatihan kajian teknis cepat (rapid technical assasment/RTA), Senin, 15/7/2019. Kegiatan tersebut merupakan upaya pendorongan advokasi pos open defecation free (ODF) Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung.

RTA itu bertujuan mendapatkan informasi teknis karakteristik sistem sanitasi dan kapasitas lembaga sebagai acuan pengelolaan lumpur tinja di Pringsewu. Nantinya, pelaksanaan kajian dengan melakukan survei ke rumah tangga di Kecamatan Pringsewu dan KecamatanPagelaran, serta interview operator.

Kajian survei tersebut meliputi tujuh kategori, yaitu informasi rumah tangga, fasilitas jamban, fasilitas kontainmen, akses penyedotan lumpur tinja dan hambatan pelaksanaan. Kemudian, peningkatan kualitas fasilitas layanan, kesediaan untuk berpartisipasi dan kemampuan membayar layanan, serta kapasitas operator.

“Melalui kajian teknis cepat itu diharapkan pemerintah mampu untuk membangun dan menyusun rencana untuk meningkatkan kualitas layanan pengelolaan lumpur tinja di Pringsewu,” kata Direktur Eksekutif YKWS Febrilia Ekawati melalui siaran pers yang diterima duajurai.co.

Dia mengatakan, RTA akan mengumpulkan informasi terkait sistem sanitasi setempat (on-site) dari 384 tumah tangga di Kecamatan Pringsewu dan Pagelaran. Total rumah tangga yang disurvei dihitung berdasarkan jumlah sampel dari Morgan & Krejcie dengan tingkat keyakian 95% dan tingkat kesalahan 5%. Pengumpulan data akan menggunakan AKVO flow, sebuah aplikasi berbasis android.

“Dalam pelaksaan kajian teknis cepat, SNV akan merekrut enumerator dan supervisor untuk melakukan survei dan pengumpulan data di rumah tangga. Sebelum pelaksanaan, enumerator dan supervisor akan mendapat pelatihan terkait survei dan penggunaan aplikasi AKVO di Hotel Regency, Pringsewu, 15-17 Juli 2019,” ujarnya.

Bupati Pringsewu H Sujadi Saddat menyatakan, Pringsewu merupakan salah satu kabupaten yang mencapai akses sanitasi 100% pada 2017. Namun, pengelolaan air limbah masih belum maksimal. Karena itu, perlu kajian terkait pengelolaan lumpur tinja guna mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi. Sehingga, pihaknya dapat mencarikan solusi, seperti pembangunan instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT).

“Kami berharap, Pringsewu mampu untuk membangun dan menyusun rencana untuk meningkatkan kualitas layanan pengelolaan lumpur tinja,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Wagub Nunik Lepas Tim Sepakbola Lampung U-14 Ikuti Kejurnas Piala Menpora

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim melepas Tim Sepakbola Lampung U-14 untuk …