Tindak Lanjut Kasus Pencabulan, PKK Telukbetung Selatan Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak


PKK Kecamatan Telukbetung Selatan mensosialisasikan pencegahan kekerasan dan perlindungan terhadap anak-anak di Kelurahan Pesawahan, Rabu, 10/7/2019. | dok. PKK Telukbetung Selatan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – PKK Kecamatan Telukbetung Selatan menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan dan perlindungan terhadap anak-anak di Kelurahan Pesawahan, Rabu, 10/7/2019. Kegiatan itu sebagai bentuk tindak lanjut atas kasus dugaan pencabulan yang dilakukan kakek berusia 71 tahun terhadap sejumlah bocah.

Ketua PKK Telukbetung Selatan Khalida mengatakan, pihaknya memang telah mengagendakan untuk road show ke seluruh kelurahan di Telukbetung Selatan setelah dilantik sebagai ketua PKK, beberapa waktu lalu. Satu hari sebelum kegiatan digelar, ternyata terjadi pencabulan terhadap delapan anak perempuan dan satu korban sodomi.

“Setelah saya mengecek langsung ke lokasi, bertemu dengan anak-anak tersebut, saya sangat prihatin atas kejadian ini dan akhirnya mendorong saya bahwa harus berbuat sesuatu. Ini tidak bisa dibiarkan,” kata Khalida kepada duajurai.co via telepon, Kamis, 11/7/2019.

Oleh karena itu, dia memutuskan memasukkan kegiatan sosialisasi pencegahan dan perlindungan terhadap kekerasan anak dalam rangkaian road show tersebut. Melalui sosialisasi, pihaknya mengajak masyarakat setempat untuk bersimpati dan berempati terhadap korban dan keluarga korban. Pemahaman masyarakat mengenai dampak dari pencabulan terhadap anak juga mesti ditingkatkan.

“Berkaca dari kasus ini, saya pikir perlindungan terhadap tumbuh kembang anak harus menjadi perhatian khusus para orang tua. Jadi, tidak hanya berpikir pada tumbuh anak, seperti memberikan makan dan asupan. Tapi, juga pada perkembangan anak, penjagaan anak, dan perlindungan anak,” ujarnya.

Khalida berharap, masyarakat lebih memahami mengenai prosedur pelaporan ke polisi. Masyarakat perlu tahu apa yang harus dilakukan saat mengetahui kekerasan seksual terhadap anak-anak.

“Karena setelah saya ngobrol-ngobrol dengan masyarakat, rupanya mereka tak mau melapor ke polisi karena mengira lapor polisi itu bayar, sedangkan mereka tak ada uang. Nah, itu termasuk dalam materi yang disampaikan saat sosialisasi, kemarin,” kata dia.

Polsek Telukbetung Selatan menetapkan seorang kakek berinisial SN sebagai tersangka pencabulan. Pria tua yang dikenal sebagai dukun itu dilaporkan berbuat tak senonoh terhadap delapan anak-anak. Setelah peristiwa itu, anak korban pencabulan sering ketakutan saat melihat SN.(*)

Baca juga P2TP2A Bandar Lampung Dampingi Anak Korban Pencabulan Kakek 71 Tahun

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

BREAKING NEWS: Ponpes Nurul Iman Bandar Lampung Terbakar

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Iman di Jalan Purnawirawan, Gang Swadaya VI, …