Sistem Zonasi, SMAN 13 Bandar Lampung Terima Siswa Lampung Selatan


Joko Purwanto (kanan), Wakil Kepala Kurikulum SMAN 13 Bandar Lampung | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tidak melulu berdampak buruk. Melalui sistem tersebut, para calon siswa yang tinggal di kabupaten bisa bersekolah di kota.

Seperti SMA Negeri 13 Bandar Lampung. Meski berada di wilayah Kota Tapis Berseri, namun sekolah tersebut menerima calon siswa dari Kabupaten Lampung Selatan. Hal itu karena beberapa wilayah di Lampung Selatan masih masuk zonasi SMAN 13 Bandar Lampung.

“Warga Kecamatan Jatiagung dan Kecamatan Natar yang jaraknya relatif dekat bisa mendaftar di sini (SMAN 13 Bandar Lampung). Sebab, lokasi sekolah ini berada di dekat perbatasan (Bandar Lampung-Lampung Selatan),” kata Joko Purwanto, Wakil Kepala Kurikulum SMAN 13 Bandar Lampung, di ruang kerjanya, Rabu, 10/7/2019.

Dia mengatakan, tahun sebelumnya, masyarakat yang tinggal di Jatiagung dan Natar tidak bisa mendaftar di SMAN 13 Bandar Lampung. Sebab, daerah tersebut berada di luar Kota Bandar Lampung.

“Sistem zonasi membantu mereka yang tinggal di perbatasan kabupaten/kota. Sebab, jarak sekolah cukup jauh dari tempat tinggal,” ujarnya.

Sistem zonasi dalam PPDB menggunakan tolok ukur jarak tempat tinggal dengan sekolah. Dengan begitu, warga sekitar sekolah dapat terakomodasi. Sistem tersebut bertujuan untuk pemerataan pendidikan.(*)

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

1.257 Mahasiswa KKN Itera Dilepas ke 82 Desa

JATIAGUNG, duajurai.co – Sebanyak 1.257 mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) dari berbagai program studi akan …