Harga Cabai Labil, Disdag Lampung: Pasokan Berkurang akibat Kemarau


Wis Alkurni, Kasi Bahan Pokok Bidang Perdagangan Disdag Lampung | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Harga cabai merah di pasaran cenderung labil dalam satu bulan terakhir. Penyebabnya, pasokan berkurang akibat musim kemarau yang melanda banyak daerah.

“Seperti di Lampung Barat, sempat terjadi kemarau yang mengakibatkan berkurangnya hasil produksi,” kata Wis Alkurni, Kasi Bahan Pokok Bidang Perdagangan Disdag Lampung, di ruang kerjanya, Selasa, 9/7/2019.

Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi secara nasional. Hal itu membuat pemerintah sulit untuk mengatasi. Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan peninjauan terkait persoalan tersebut.

“Sampai saat ini kami masih meninjau beberapa sentra cabai. Minggu lalu, sudah ada perwakilan Kementerian Perdagangan yang melakukan peninjauan,” ujarnya.

Selain itu, Wis menduga para petani cabai trauma. Pasalnya, harga cabai turun signifikan pada Februari lalu. Muncul dugaan bahwa sejumlah petani tak lagi menanam cabai akibat peristiwa tersebut.

“Harusnya musim panen pada bulan lalu. Tapi, kami malah kekurangan pasokan,” ujarnya.

Pantauan duajurai.co, harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandar Lampung masih belum stabil alias naik turun. Di tingkat pedagang, harga buah tanaman perdu itu sekitar Rp65 ribu-Rp70 ribu per kilogram (kg). Harga ini terbilang murah dibandingkan bulan lalu yang mencapai Rp80 ribu per kg.(*)

Baca juga Harga Cabai Merah di Bandar Lampung Naik Turun

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Agustus 2019, Kota Metro Alami Inflasi 0,41%

METRO, duajurai.co – Kota Metro, Provinsi Lampung, mengalami inflasi sebesar 0,41% pada Agustus 2019. Inflasi …