Dampak Zonasi, Indekos di Kawasan SMAN 2 Bandar Lampung Sepi


SEORANG pengemudi transportasi online melintasi salah satu indekos di Jalan Amir Hamzah, Gotong Royong, Bandar Lampung, Selasa, 9/7/2019. Kebijakan pemerintah ihwal sistem zonasi dalam PPDB berdampak terhadap indekos di kawasan tersebut. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – SMA Negeri 2 Bandar Lampung merupakan sekolah favorit di Kota Tapis Berseri. Karena itu, sekolah yang terletak di Jalan Amir Hamzah Nomor 1, Gotong Royong, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, tersebut kerap jadi rebutan saat penerimaan siswa baru. Bahkan, tak sedikit yang dari luar Bandar Lampung mendaftar, sehingga warga setempat banyak yang terima indekos.

Namun, sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) berdampak pada indekos di kawasan SMA Negeri 2 Bandar Lampung. Beberapa indekos kekurangan penghuni, bahkan terbilang sepi.

“Iya (sepi), sampai sekarang baru tiga orang yang indekos di sini,” kata Mulyani (58), penyedia indekos, saat diwawancarai di kediamannya, Jalan Amir Hamzah, Gotong Royong, Bandar Lampung, Selasa, 9/7/2019.

Dia mengatakan, jumlah tersebut paling sedikit. Biasanya, Mulyani bisa menerima sebanyak 7-8 penghuni indekos. Hal itu terjadi setiap tahun ajaran baru.

Hal senada disampaikan Firda Wery (62), penyedia indekos di bilangan Gotong Royong. Tahun ini, sama sekali tak ada penghuni indekos. Padahal, dia biasanya mendapat 8-9 penghuni indekos setiap tahun ajaran baru.

Menurutnya, penurunan tidak hanya terjadi pada kali ini. Jumlah penghuni indekos telah berkurang sejak ada program bina lingkungan (Biling). Namun, tahun ini merupakan yang terparah.

“Tahun ini, saya sama sekali belum menerima anak baru yang indekos,” ujarnya.(*)

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Chandra Mal Boemi Kedaton Diskon Snack-Minuman

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Supermarket Chandra Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan harga spesial untuk aneka makanan ringan …