Apa Untungnya Kalau Lampung Jadi Ibu Kota Negara?


KETUA FGD Panja DKI Lampung Andi Desfiandi | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ketua Panja FGD Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Lampung Andi Desfiandi menyatakan, banyak keuntungan apabila pemerintah memilih Provinsi Lampung menjadi ibu kota negara. Jadi, masyarakat tidak perlu takut nasib Lampung akan sama seperti DKI Jakarta saat ini.

“Jakarta itu menjadi ibu kota karena kecelakaan, tidak didesain untuk jadi ibu kota. Bahkan, sejak zaman Belanda mau dipindahkan karena memang tidak layak. Jadi, kesemrawutan Jakarta saat ini, seperti kemacetan dan sebagainya bukan karena menjadi ibu kota pemerintahan, tapi karena Jakarta sebagai pusat bisnis dan ekonomi Indonesia,” kata Andi Desfiandi kepada duajurai.co di kantornya, Gedung Yayasan Alfian Husin, Bandar Lampung, Selasa, 9/7/2019.

Dia mengatakan, nantinya, pusat pemerintahan tidak akan dibangun di Kota Bandar Lampung. Tetapi, di lahan kosong milik negara di sisi bagian timur Lampung.

“Apa untungnya untuk masyarakat Lampung? Nah, karena Lampung dekat dengan pusat pemerintahan otomatis akan menjadi perhatian utama dan prioritas. Tak mungkin pemerintah pusat membiarkan kawasan di sekitarnya ini jelek. Tentu akan dibantu, sehingga akan memberikan dampak positif, baik itu pembangunan infrastruktur, pembangunan manusia, dan ekonomi,” ujarnya.

Apakah ada dampak negatifnya? Menurut Andi, sudah pasti ada. Akan tetapi, bisa dibandingkan dengan banyaknya dampak positif yang akan didapatkan masyarakat Lampung.

“Setiap pembangunan pasti ada negatif positifnya. Tapi, lihat lebih banyak mana. Hidup itu pasti ada risiko, tapi lebih banyak manfaat atau mudarat. Dalam konteks DKI Lampung ini lebih banyak manfaatnya,” kata dia.

Ketua Yayasan Alfian Husin itu berpendapat, dalam mempersiapkan menjadi DKI Lampung, maka pemerintah setempat mesti memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM). Tujuannya, agar siap bersaing dan mampu menangkap berbagai peluang.

“Maka, peran dari gubernur adalah mempersiapkan SDM, kebudayaan, dan sebagainya. Harus respons cepat dalam menanggapi peluang agar eksistensi Lampung tetap terjaga,” ujarnya.

Peran gubernur dengan pemerintah pusat, lanjut Andi, yaitu merancang bersama bagaimana supaya potensi di Lampung bisa diangkat dan dijadikan proyek nasional. Sehingga, saat pembangunan pusat pemerintahan bisa diikutsertakan. Misalnya, peningkatan kualitas jalan, fasilitas penerbangan, dan lain-lain.

Relawan DKI Lampung Ary Meizari yang turut mendampingi Andi menambahkan, DKI Lampung sudah tentu akan didesain dari awal. Semua hal terkait pembangunan ibu kota berikut berbagai fasilitas pendukungnya akan dikonsep dengan matang.

“Sedari awal pun Lampung bisa antisipasi terkait dengan kemungkinan-kemungkinan permasalahan yang akan timbul. Sehingga, dari awal bisa juga diproteksi dengan aturan-aturan,” ujar mantan Ketua Kadin Lampung itu.(*)

Baca juga Forum Gubernur Dukung Lampung Jadi Ibu Kota, Andi Desfiandi: Bappenas Mesti Respons Serius

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Diklat Calon Kepala Perpustakaan, Pemprov Lampung Tingkatkan Kualitas Pustakawan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung …