Arinal Djunaidi Gandeng BI Rumuskan Strategi Pengembangan Ekonomi Lampung


GUBERNUR Lampung Arinal Djunaidi beraudiensi dengan pihak BI, beberapa waktu lalu. Pada audiensi tersebut, Arinal akan menggandeng BI untuk merumuskan strategi pengembangan ekonomi Lampung. | Humas Pemprov Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menggandeng Bank Indonesia (BI) untuk merumuskan strategi pengembangan perekonomian dengan memperbaiki tata kelola potensi daerah untuk mewujudkan petani Lampung yang berjaya dan mandiri. Hal itu disampaikan Arinal saat beraudiensi dengan Kepala Perwakilan BI Lampung Budiharto Setyawan.

Arinal mengatakan, negara harus hadir saat rakyat membutuhkan bantuan. Oleh sebab itu, pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota akan menyelaraskan program dengan perbankan. Sehingga, petani Lampung dapat memanfaatkan program pemerintah, termasuk memenuhi persyaratan kredit perbankan (bankable).

“Beragam produk kredit yang diluncurkan seperti kredit usaha rakyat (KUR) maupun kredit ketahanan pangan dan energi (KKPE) belum sepenuhnya mampu diakses para petani,” kata dia melalui keterangan tertulis dari Humas Pemprov Lampung, kemarin.

Ketua Partai Golkar Lampung itu melanjutkan, pihaknya akan membantu petani di sentra penghasil kopi, seperti Lampung Barat, Way Kanan, Tanggamus, untuk memiliki akses permodalan dan pupuk. Bentuk bantuan dimaksud dengan meluncurkan Kartu Petani Berjaya. Sejumlah komoditas unggulan Lampung di antaranya kopi, lada, karet, kelapa, kakao, dan kelapa sawit.

Pada bagian lain, Arinal menyoroti juga berbagai permasalahan petani yang harus diantisipasi. Itulah sebabnya, Pemprov Lampung akan “duduk bersama” dengan BI mengantisipasi berbagai persoalan, termasuk masalah inflasi.

Menurutnya, inflasi tidak hanya berhubungan dengan jumlah uang yang beredar. Tetapi, juga dengan jumlah barang dan jasa yang tersedia di masyarakat. Oleh sebab itu, untuk mengatasi masalah inflasi dibutuhkan kebijakan yang tepat.

“Pemerintah akan menangani masalah inflasi tidak hanya terfokus pada kebijakan moneter dan fiskal, tapi juga meningkatkan produksi dan menambah jumlah barang di pasar untuk menekan inflasi. Apalagi, Lampung adalah provinsi yang sangat potensial dan memiliki begitu banyak komoditas unggulan,” kata dia.

Sementara itu, Budiharto menyetujui usulan Arinal untuk mengadakan pembicaraan lanjutan yang melibatkan semua stakeholder guna merumuskan strategi pengembangan perekonomian di Provinsi Lampung. Dalam pembicaraan lanjutan mendatang akan melibatkan pemerintah kabupaten/kota, BUMD, perbankan, dan Otoritas Jasa Keuangan.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Harga Cabai Merah di Bandar Lampung Naik Turun

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandar Lampung masih belum stabil …