Walhi Lampung Sayangkan Kawasan Hutan Kota Bakal Jadi Pertokoan


KAWASAN hutan kota di Jalan Soekarno-Hatta, By Pass, Way Halim, Bandar Lampung, dipagar beton, Rabu, 3/7/2019. Pemagaran tersebut menutup usaha warga setempat. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung menyayangkan kawasan hutan kota di Way Halim, Bandar Lampung, bakal menjadi pertokoan. Pasalnya, jumlah ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Tapis Berseri masih di bawah standar.

Direktur Walhi Lampung Irfan Tri Musri mengatakan, pembangunan di kawasan hutan kota akan berdampak buruk pada lingkungan setempat. Sebab, taman hutan kota memiliki banyak manfaat. Misal, sebagai paru-paru kota, daerah resapan air, hingga penyedia oksigen.

“Harusnya pemerintah menambah jumlah taman hutan kota sebagai ruang terbuka hijau, bukan malah menghilangkannya,” kata Irfan usai Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) VIII Walhi Lampung di Wisma Universitas Lampung (Unila), Kamis, 4/7/2019.

Menurutnya, jumlah RTH di Bandar Lampung baru mencapai 11%. Sementara, UU Penataan Ruang mengamanatkan RTH di perkotaan paling sedikit 30%. Angka tersebut merupakan ukuran minimal untuk menjamin keseimbangan ekosistem kota.

“Seharusnya pemerintah membuka RTH baru, baik dari lahan yang telah dimiliki maupun membeli lahan baru,” ujarnya.

Kawasan hutan kota di Kecamatan Way Halim dipagar tembok secara keliling. Pemagaran tersebut menutup akses menuju rumah warga setempat. Kabar yang beredar, lokasi yang dipagar itu akan menjadi pertokoan.(*)

Baca juga Soal Hutan Kota, Warga Harap Pemkot Bandar Lampung Jadi Penengah

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Polresta Bandar Lampung Imbau Richeese Factory Atur Alur Kendaraan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bandar Lampung mengimbau manajemen Richeese Factory …