Nilai Tukar Petani Lampung Turun 1,60%


Petani | ilustrasi/ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Secara gabungan, nilai tukar petani (NTP) Provinsi Lampung turun sebesar 1,60%. NTP subsektor perikanan tangkap merupakan NTP tertinggi dengan nilai 118,31.

“Secara rinci kenaikan atau penurunan NTP Juni 201, yaitu subsektor pertanian tanaman pangan turun 2,20%; subsektor tanaman hortikultura naik sebesar 0,33%; subsektor tanaman perkebunan rakyat turun sebesar 3,02%; subsektor peternakan turun sebesar 0,34%; subsektor perikanan tangkap turun sebesar 0,32%; dan subsektor perikanan budi daya turun sebesar 1,06%,” demikian dikutip dari laman BPS Lampung, Selasa, 2/7/2019.

Pada Juni 2019, beberapa komoditas mengalami penurunan harga, antara lain subsektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan. Kemudian, perikanan tangkap dan budi daya seperti gabah, jagung, ketela pohon, kopi, kakao, cengkih, dan lada, kerbau, kambing, telur, beberapa jenis ikan tangkap, dan perikanan budi daya. Sedangkan subsektor hortikultura mengalami kenaikan harga, di antaranya cabai merah, cabai rawit, beberapa jenis sayuran, dan buah-buahan.

Dari 33 provinsi yang diamati perkembangan harganya pada Juni 2019, terdapat 13 provinsi mengalami kenaikan NTP dan 20 provinsi lainnya mengalami penurunan. Kenaikan NTP tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan peningkatan sebesar 1,43%. Sedangkan penurunan NTP terbesar di Provinsi Riau yang turun sebesar 3,12%.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Selisih Mulai Rp1,4 Juta, Ini Beda Toyota Calya Model Lawas dan Baru

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – PT Toyota-Astra Motor (TAM) meluncurkan produk barunya “New Calya” di pasar otomotif Lampung. …